Tampilkan postingan dengan label Gubuk Kertas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gubuk Kertas. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Juli 2015

Jika Engkau Cemburu

Oleh: Izzatush Shobihah

Allah, jika karena rindu ini aku mendurhakaiMu
Hapuslah kerinduan ini dari jiwa
Musnahkanlah asaku untuk menjumpainya
Singkirkanlah keinginanku untuk bertatap muka

Allah, jika karena kekaguman ini aku menjauhiMu
Hilangkanlah bayang wajahnya
Hancurkanlah semua pertanda yang membuatku bangga
Enyahkanlah kekagumanku pada dirinya

Allah, jika karena cinta yang tak mampu kutolak ini 
Engkau marah padaku dan semakin murka
Maka rampaslah rasa ini dari kalbu
Kuraslah air mataku hingga tak bisa lagi jatuh
Agar aku tetap mendapatkan kerelaanMu
Di sepanjang sisa usiaku

Allah, aku mencintainya karena dia mengutamakanMu
Aku merindukannya karena dia mengingatkanku pada kekasihMua
Aku mengaguminya karena dia memperjuangkan agamaMu
Jika karena ini semua Engkau cemburu
Maka ambil saja nyawaku
Karena tiada masa depan yang lebih kutunggu
Selain masa depan bersamaMu dan orang-orang yang menyayangiMu


Jombang, dengan linangan embun mata
19 Juli 2015, 21:12 WIB

Ting Tong...

Oleh: Izzatush Shobihah

Ting tong...
Adalah irama saat aku ketuk pintu kehidupanmu
Dan kau yang sederhana terbiasa menjawabnya dengan bersahaja
"Tong ting!"
Akupun kau izinkan memasuki pintu itu
Masuk, bukan duduk
Hanya masuk, tak lebih dan tak kurang

Ting tong...
Adalah bahasa saat aku ingin menyapamu dengan segala lebihmu
Menerima keadaanmu dengan segala kurangmu
Namun tak selamanya bahasa itu kau mengerti
Ada kalanya kau hanya mengartikannya sebagai basa-basi
Ada kalanya kau menerjemahkannya sebagai hiasan diksi
Padahal harapku lebih dari itu
Jauh melebihi yang kau tahu

Ting tong...
Adalah isyarat saat aku butuh perhatianmu
Adalah pertanda saat aku perlu nasehat dan ilmu
Hanya saja kau menganggapnya sedikit berbeda
Karena kau tak pernah memaknainya lebih dari sekedar sapa
Padahal bukan itu yang ingin kusampaikan
Yakni tentang perasaan dan pengharapan
Sekalipun kau tak pernah menjanjikanku jaminan
Namun kau jelas menggambarkan sketsa kebahagiaan masa depan

Dan kaupun menjawab, "Tong ting!"
Itulah tanggapanmu atas pesanku
Yang membuktikan bahwa kau bernyawa ganda
Satu di dunia nyata, satu di kehidupan maya
Yang meyakinkanku bahwa kau tengah ada
Untukku, yang kau anggap cukup sebagai saudara

Sayangnya, Ting Tong dan Tong Ting kini terhalang jarak
Karena sang kalbu telah berceceran dan terserak
Ada rasa malu karena berucap jujur tentang isi hati
Ada rasa iri karena sosok pengingat Nabi akan menjauhi diri
Mendekati mereka yang shalihah dan menjalin ikatan resmi

Ting Tong dan Tong Ting hanya sebuah kisah rasa yang tak terbalas
Ya, apa untungnya mendapat pribadi bekas?
Selama ada yang berkualitas, mengapa pilih yang tak jelas?
Namun, Ting Tong akan selalu sadar diri bahwa Tong Ting begitu berarti
Ting Tong akan selalu menanti hingga Tong Ting mengenal rindu abadi

Bila suatu saat nanti
Ketika aku masih sendiri dan kau lelah berlayar dalam sepi
Ingatlah Ting Tong sebagai kata sandi
Untuk kehidupan baru yang lebih sejati


Jombang, 21 Juli 2015, 22:53 WIB

Senin, 01 Juni 2015

I Found A Companion

Seneng banget waktu punya seseorang yang gak cuma mau diajak seneng, tapi juga mau diajak susah. Namanya juga sahabat. Mau digimanain ya tetep kayak sodara. :)

Dia biasa dipanggil Uje, (ngakunya) dari Lamongan. Dia orangnya murah senyum, sopan, ramah, santun abis, dermawan, dan pendiaaaaam banget. Tapi gak ada pendiam yang betah diam kalau ada Izzatush di sampingnya, huahahaha. Kata kakaknya Uje, Mas Andi, Uje ini sih gak pendiam, cuman gak bisa ngomong aja, hehehe. :p


Pasti pengunjung blog ini, terutama yang suka 'detect' wajah, udah kenal yang mana yang dipanggil Uje ini. Sebenarnya, kita klop sejak kenal di kelas pas kuliah dulu. Waktu itu kan aku habis cuti, jadinya mau gak mau harus 'turun' kelas, jadi junior, gak senior lagi. *padahal di kampusku gak ada senioritas, kecuali mereka yang sudah sepuh atau yang memang sudah diakui keilmuannya*


Nah, jadi deh aku sekelas sama dia. Karena banyak teman dan klienku di kelas itu, si Uje ini bingung, kok bisa ada 'penyelundup' yang tiba-tiba jadi artis di kelas tercinta. Pakai acara kenal banget sama temen-temen putri lagi. Di lingkungan teman-teman putra juga gitu. Berhubung banyak yang jadi adik kelasku di S1 dulu, bahkan ada yang seangkatan juga, jadi kedekatanku dengan mereka gak jauh beda dengan kedekatanku dengan temen-temen putri. Mungkin pikirnya si Uje saat itu, "Wah, kalah pamor dan bisa kesita popularitasku kalau kayak gini!" *Bercanda, Mas, ojo serius-serius, mundak cepet ganteng!*


Nah, hari demi hari, waktu demi waktu, akhirnya dekat deh aku sama si Uje ini. Awalnya, dia deket sama temenku yang satunya. Katanya mereka saling naksir, tapi gak dilanjutin gara-gara hasil istikharahnya jelek. Anehnya, kok aku gak bisa baca matanya si Uje ya? Padahal aku baca pikiran teman-teman dari matanya banyak yang bisa ketebak, kenapa dia gak bisa? Usut punya usut, ternyata dia orangnya positiiiiiiiiiiifffffff banget! Kayaknya pikiran dia udah terlalu bosan sama negative thinking. Jadinya dibawa positif aja. Ada yang marah sama dia, ya dia minta maaf. Kalau gak dimaafin ya gak masalah, yang penting dia udah minta maaf dan tetap menjalin silaturrahim. Kalau dimaafin ya alhamdulillah. Ada yang bersalah sama dia, dia dengan enteng ngasih maaf dan dianggap biasa-biasa aja.


Ada yang bikin aku kagum dari pribadi yang satu ini. Walaupun aku udah tau apa aja kekurangan, kelemahan, dan kesalahannya (gak semuanya sih, kan aku belum pernah lihat seberapa berantakan kamarnya dia ini), tapi gak tau kenapa aku ngefaaaaaaannnnnsssss banget sama dia! Kalau mau dibalikin lagi, aku pingin jadi adik kandungnya dia aja, hehehe. *curahan hati anak pertama* 

Apa aja hal-hal yang bikin aku kagum itu?

1. Mengingatkan pada Rasulullah
Mohon diperhatikan sekali lagi, dia MENGINGATKANKU PADA RASULULLAH, bukan berarti dia mirip Rasulullah! Salah besar kalau ada yang nganggep aku melihatnya sebagai Rasulullah! Ibaratnya kalau aku lihat dia, dia mengingatkanku pada semangka kuning. Apa itu berarti dia mirip semangka kuning? Ya nggak dong, walaupun badannya hampir mirip sih, hehehe.. *peace, bro!*


Lhah, emangnya si Uje ini ngapain kok sampai mengingatkan penulis blog ini kepada Rasulullah? Banyak! Puasa Senin-Kamisnya istiqamah, jarak interaksi fisik dengan lawan jenisnya dijaga (padahal kita udah deket banget, kayak saudara kandung beda kandungan gitu, tapi dia gak pernah sekalipun nampar pipiku *ya mestilah!*), murah senyumnya luar biasa, minta maafnya mudah, mberi maafnya gak dipersusah, gak suka nunda pekerjaan (totalitasnya tinggi banget deh, bertolak belakang dengan tinggi badannya, hehehe), sikapnya dewasa (dia bisa ngimbangi cara pikir dan tata bicara orang yang lebih sepuh darinya, jangan-jangan dia dewasa sebelum waktunya kali ya?), menghormati wanita dan orang tua (selain ibu-ibu, semua temen sekelas yang cewek seusiaku dipanggil mbak sama dia, kecuali aku tentunya, hehehe), dan banyak lagi pokoknya. Kalau lihat dia, berasa kayak sosok Rasulullah tiba-tiba ada di sampingnya. Ah, entahlah! Mungkin itu hanya perasaanku aja.


Tapi, yang disayangkan, selama ini aku gak pernah shalat jamaah sama dia. Lha gimana mau jamaah, wong pas aku shalat dia yang jaga barang-barangku (tas, buku, dsb.). Sebagai gantinya, pas dia shalat giliran aku yang jaga. Kalau gak gitu, ya kita sama-sama shalat bareng, tapi di tempat yang berbeda. Dia di musholla putra, aku di musholla putri. Intinya, pingin bisa jamaah bareng sama dia. :)


2. Penyayang Anak-Anak
Sebenernya ada beberapa foto antara si Uje dan Willy. Saat itu si Uje main ke rumahku, mau nyelesein proposal tesisnya. Karena dia orangnya kayak hobi dikejar deadline yang masih jauh, dia bertekad nyelesein proposalnya hari itu juga. Eh, datanglah si Willy, ke sisinya Uje. Lalu si Willy naruh deh kepala imutnya itu ke paha Uje yang lagi duduk bersila dan madep laptop. Dan si Uje nepuk-nepuk badannya Willy yang lagi tiduran di kakinya itu. Ya Allah, melas ngelihatnya. Ada fotonya sih, tapi gak bisa dipublikasikan. Khawatir ada pandangan yang nggak-nggak. Selain itu, Uje juga suka ngajak ngobrol adik-adik SD yang belajar di rumahku untuk ditanyai, sekedar tanya nama, kelas berapa, dst. Ya salaaam, seneng banget ya sama anak-anak! Kereeeennn!!! ^_^

Setidaknya dari sini aku ngerti kalau sahabatku yang satu ini sayang banget sama anak-anak. Luar biasa, Mas Bro! (y)


3. Express Move On
Nah, ini yang ketiga. Move on-nya si Uje ini cueppppeeettt banget! Udah berkali-kali dia terkena fraktura hepatica alias patah hati, tapi berkali-kali juga dia mover on! Yang bikin aku kagum adalah cara si Uje nyembuhin hatinya sendiri ini cuma butuh waktu semalem. Wuiiiihhh!!! Jadi siang hari dia putus sama ceweknya, malemnya dia nenangin diri, besok paginya udah kembali seperti sebelum putus. Dan itu gak cuma terjadi sekali-dua kali. Tapi berkali-kali. Ya Allah! Iri aku! Bukan iri karena banyaknya cewek yang dekat sama dia (karena aku sama sekali gak tertarik sama cewek, beneran!), melainkan karena self-healingnya yang bukan main ekspresnya! Instan! Kilat! Jadi penasaran gimana caranya mengatur isi otaknya sendiri. ^_^


4. Marahnya Luar Biasa Mengerikan
Ini yang perlu diwaspadai. Di antara temen cewek di kelasku kuliah, cuma aku yang tau gimana si Uje ini marah. Udah gitu berkali-kali lagi! Jadi gak cuma sekali! Sebenernya bisa sih ngimbangi marahnya dia dengan otak, bukan dengan perasaan! Tapi emang dasar akunya aja yang udah di-mindset dari dulu untuk gak bikin orang yang sabar sampai marah. Dan kejadian beneran. Dia pernah marah beneran, gara-gara kecapekan kayaknya. Jadi otak dan fisiknya sama-sama gak ndukung dia untuk lebih jaga emosi. Seringnya marah serius gini sih pas siang hari, maklumlah pulang kerja. Pernah juga dia marah, tapi marah yang direkayasa. Tujuannya apalagi kalau bukan mbikin aku nangis! Ya salaaaam, dari dulu ya, seorang kakak gak akan pernah puas ngerjain adiknya kalau si adik gak sampai nangis. Ck ck ck... :D

Tapi walaupun dia kalau marah mengerikan, perhatiannya juga luar biasa 'mengerikan'. Maksudnya? Iya dong, gimana gak ngeri, saat teman-teman lainnya hanya perhatian sampai di tingkat yang wajar, dia perhatiannya lebih dari sekedar wajar. Gak wajar ini bisa dilihat dari perhatiannya terhadap busana yang aku pakai. Saat teman-teman nganggep biasa aja apa yang aku pakai, dia malah bilang, "Mbok ya gitu, kalau pakai baju yang cakep. Yang warnanya adem, gak terlalu nyolok di mata." Ow-em-jiiii, sampai warna baju juga diperhatiin. Lalar gawe tenan ya? ^_^  Gak wajarnya itu juga tampak saat teman-teman kaget saat aku makan mie pakai es batu, dia malah gak kaget sama sekali. Malah bilang, "Udah biasa dia makan mie pakai es batu itu, kalian aja yang baru tahu kali ini." Lhah, sontak teman-teman yang tadinya kaget malah kaget kuadrat. "Ente kok tau banget kebiasaan Izzatush! Udah berapa sering ente makan bareng dia?" Tuh, kan, ngeri banget! Hadeeeuhhh!!


Udah, itu dulu aja sekilas mengenai Uje, sahabat yang luar biasa jadi uswah hasanah buat diriku sendiri, walaupun dia gak ngerasa gitu. Semoga Allah menjaga ukhuwah yang kita bangun tanpa harus khawatir dirusak oleh siapapun. ^_^