Rabu, 12 Oktober 2016

Status FB 12 Oktober 2016

Izzatush Shobihah
12 Oktober pukul 16:20 · 

"A conductor should guide rather than command." 
(Tugas seorang dirigen adalah memandu, bukan memerintah.)
[Riccardo Muti]

Kata 'dirigen' boleh kok diganti pemimpin. Bukan gubernur. ;)


___________

Izzatush Shobihah
12 Oktober pukul 10:10 · 

Saat saya melihat tulisan "Mrs. X - Janda - 33 tahun", otak saya memproses dua kalimat, "Si Mbak X berusia 33 tahun. Dia sekarang berstatus janda."
Saat kawan-kawan sekantor mendengar tulisan "Mrs. X - Janda - 33 tahun", otak mereka memproses satu kalimat: "Si Mbak X sudah menjanda selama 33 tahun."

Baik, kali ini kita belum butuh tukang maedo berpengalaman.
____________

Izzatush Shobihah membagikan sebuah kenangan.
12 Oktober pukul 7:28 ·

6 tahun yang lalu
Lihat Kenangan Anda

Izzatush Shobihah
12 Oktober 2010 · 

Semoga kelak, jika aku harus dipoligami, aku bisa menjadi kebanggaan madu2ku&teladan yg baik utk mereka..
Terima kasih, Pujaanku, Kau telah membuka tabir itu..
___________

Izzatush Shobihah membagikan sebuah kenangan.
12 Oktober pukul 7:27 · 

4 tahun yang lalu
Lihat Kenangan Anda

Izzatush Shobihah
12 Oktober 2012 · 

Sebagai wanita yg peduli keuangan rumah tangga, kami lebih berterima kasih jika suami memberi uang, bukan bunga, hehe..
________

Izzatush Shobihah membagikan sebuah kenangan.
12 Oktober pukul 7:27 · 

4 tahun yang lalu
Lihat Kenangan Anda

Izzatush Shobihah
12 Oktober 2012 · 

"Dulu wajah saya penuh bintik&noda, sekarang semuanya hilang!"

*hebat, bisa menghilangkan bintik&wajahnya sekaligus :p*
________

Izzatush Shobihah membagikan sebuah kenangan.
12 Oktober pukul 7:27 · 

4 tahun yang lalu
Lihat Kenangan Anda

Izzatush Shobihah
12 Oktober 2012 · 

Rindu suasana di pondok dulu, saat2 bersama muslimah yg meski mereka tertarik dg para pria, tapi mereka tidak memberikan cintanya kepada selain suaminya.. :)
_________

Izzatush Shobihah membagikan sebuah kenangan.
12 Oktober pukul 7:27 · 

4 tahun yang lalu
Lihat Kenangan Anda

Izzatush Shobihah
12 Oktober 2012 · 

Kalau di Korea ada Gangnam, di Indonesia ada Gangtujuh, Gangdelapan, dst..
Masih banyakan Indonesia ya? :p

*efek OVJ*
__________

Status FB 11 Oktober 2016


Izzatush Shobihah membagikan sebuah kenangan.
11 Oktober pukul 13:33 · 

5 tahun yang lalu
Lihat Kenangan Anda

Izzatush Shobihah
11 Oktober 2011 · Linxia, Guizhou, Republik Rakyat Tiongkok · 

Diam itu emas dan emas akan lebih berharganya jika langka/sedikit jumlahnya..
Karena itu, jika ingin lebih "berharga" sedikitkanlah diam, perbanyaklah berbicara..

*adegan berbahaya, dijalankan oleh pemeran profesional, jangan menirunya di sembarang tempat! :D*
__________

Izzatush Shobihah
11 Oktober pukul 11:55 · 

Terima kasih. ^_^

Ahmad Ghazali Assegaf
10 Oktober pukul 21:42 · 

Non muslim berhak menjadi pemimpin di negara ini berdasarkan konstitusi.
Tapi, ia tidak berhak dipilih oleh muslim berdasarkan syariat.

*Khususnya jika ada indikasi kebencian terhadap Islam
__________

Izzatush Shobihah
11 Oktober pukul 9:31 · 

Yang mau nikah, khususnya cowok, baca ini!
Yang udah nikah, khususnya cowok, baca ini!
Yang pernah nikah (pisah) dan pernah mengalami hal serupa, khususnya cowok (lagi), gimana rasanya? Isih penak jamane bojomu biyen toh?

Kalau saya yang jadi si istri, saya tidak akan gunakan kekerasan untuk menghadapi suami macam itu.
Cukup ajak dia ke tempat yang sepi, ke dalam kamar misalnya, sekedar memastikan tak ada orang di sana selain kita berdua, baru habisi dia sampai tak bersisa.

Barangkali mereka lupa bahwa wanita di dunia ini juga ada Laila Ali, bukan cuma Syahrini.
#iZzatQuote



Atiqa Putri
8 Oktober pukul 0:16 · 

Terakhir saya menggunakan jilbab model begini akhir tahun 2010 kalau tidak salah. Mungkin karna saya termasuk up to date liat perkembangan hijab 😁😁 jadi sekarang kalau make jilbab segiempat, modelnya sudah nggak pakai lipitan kiri kanan begini lagi. Suka ngerasa klasik di muka sendiri, padahal yang make style hijab ini masih banyak dan keren.

Tau penulis Asma Nadia kan?

Beliau lebih jadul lagi dari yang ini.

Dan beliau keren. 😍😍😍

Maka nggak adil rasanya, kalau seorang kenalan saya, wanita dengan 3 anak yang jarak usia anaknya tak ada yang sampai setahun ini, jadi merasa minder sama diri sendiri hanya karna gaya jilbabnya selalu begini.

Alasannya simple.

'aku nggak pernah buka majalah, Hen. Nggak tau gaya hijab keren masa kini itu yang gimana. Aku juga kalau buka facebook dan bbm cuma buat masarin dagangan bubur ayamku. Nggak sempat merhatiin gaya hijab temen-temen. Abis baru mau kepoin foto selfie cantik temen, anakku sudah teriak pengen ini itu. Pun di televisiku yang cuma ada satu ini dari pagi sampai malam isinya kartun, tengah malam anakku sudah tidur semua gantian suamiku yang pakai nonton bola. Jadi aku buta soal hijab. Aku juga nggak pernah beli hijab baru semenjak nikah. Banyak yang lebih perlu uangnya, toh jilbabku nggak sobek.'

Aku seketika merasa malu padanya, dalam pandangannya sekarang, jilbab baru dibeli ketika sobek. Aku saja tak pernah sampai sobek sudah berkali ganti.

'lalu kenapa kamu minder?' tanyaku.

'suamiku.'

dia masih terdiam cukup lama sebelum melanjutkan. Mungkin menimbang apakah pantas dia ceritakan padaku curhatnya atau tidak.

'Dia jarang mau bawa aku kondangan meskipun anak-anak kadang bisa ditinggal sebentar ke orangtuaku, kalaupun aku pergi kondangan bareng dia, itu karna aku yang maksa pengen ikut karna yang acara kan teman kami kuliah bersama dulu, itupun pakai berdebat segala, sampai akhirnya dia menyerah dan membiarkan aku ikut. Tapi kok dia kayak malu ngakuin aku ini istrinya. Kayak nggak mau deket aku. Aku ditinggal sendiri terus sementara dia ke teman-temannya. Lalu aku perhatiin gaya teman-teman wanitanya yang foto-foto manja bareng-bareng itu, semua gaya hijabnya nggak ada yang kayak aku. Dipuntel-puntel semua kayak konde tapi ke atas, kan kalo konde zaman dulu itu dibelakang kepala ya. Terus ada juga tuh kayak selendang diputer-puter, aduh aku nggak ngerti apa namanya. Dan ternyata bagus semua. Ditambah make up. Aku loh cuma jilbab begini biasa. Yang ku beli 4 tahun yang lalu, ngetrend saat itu tapi udah jadul tahun kesekian ini. Make up pun aku kan cuma punya gincu angin, Hen. Itupun udah setahun lebih nggak habis-habis. Oleh-oleh tetangga yang baru pulang umroh. ' keluhnya dengan mata berkaca-kaca.

Aku menarik nafas panjang.

I know, kemana arah pembicaraan ini.

Temanku yang mengabdi penuh mengurus keluarganya ini sampai tak tahu apa itu turban, apa itu pashmina.

Sebelum tulisan ini ku buat, aku pernah memposting fotoku sendiri yang hanya mengenakan daster dengan jilbab serampangan.

Coba bandingkan fotoku itu dengan foto yang ku upload kalau aku sedang membantu merekomendasikan jualan baju nya teman-temanku, hasilnya?

O jelas jauh beda.

Kenapa?

Karna saat hanya dasteran aku kucel. Tak berbedak. Wajah berminyak, terlihat kusam. Ditambah jilbab yang tak pas dengan dasterku, semakin menambah kesemerawutan penampilanku.

Saat mempromosikan jualan baju teman, aku memakai riasan terbaikku. Mematchingkan kesana kemari baju dan jilbab yang ku kenakan agar nyaman dilihat. Agar orang tertarik mencoba jualan temanku. Aku akan senang sekali kalau temanku semakin laris dagangannya.

Lalu apakah setiap hari aku 'terlihat cantik' seperti foto promosi itu?

Aku ini ibu rumah tangga.

Bukan model.

Ada kalanya aku bangun pagi tak sempat mandi, hanya gosok gigi seadanya, langsung ngebut buat sarapan, lanjut mengerjakan pekerjaan rumah tangga lainnya sampai hari tak terasa siang.

Ibu-ibu yang sering kerumahku saat aku masih dasteran dengan niat mau membeli daganganku, pasti tak asing lagi kalau menemui wujudku saat masih belum selesai mengerjakan urusan dapur, dengan saat aku datang ke arisan atau sedang kondangan berdua suamiku.

Beda.

Tak sama.

Dandan dengan tak dandan.

Mandi dengan tak mandi.

Dasteran dengan gamisan.

Rambut lepek bau asap karna habis bakar ikan kesukaan anak dan suami, dengan khimar cantik yang menutupi kepala dengan anggunnya.

Semuanya BEDA.

Jangan bodoh duhai suami temanku, sumpah kamu bikin aku gerigitan. Pengen ngulek sambel semangkuk terus nuangin ke es teh mu. Biar kamu minum teh pedas rasa orang mangkel 😡😡😡

Istrimu yang kamu anggap jadul itu, dulunya teman nongkrongku yang paling modis.

Zaman aku masih plonga plongo sama soft lens, dia udah punya aneka warna mulai dari yang seperti telaga biru, mata kucing, mata setan bahkan mata zombi.

Zaman aku masih bingung apa itu rebonding, dia udah berkali-kali smoothing dari salon satu ke salon lainnya.

Jangan ditanya merk bajunya, sepatunya, tas nya, handphonenya, semua selalu up to date. Orangtuanya memberikan semua yang terbaik untuknya.

Yang dulu ku sesalkan, kenapa gadis secantik itu, semodis itu, yang kalau dia mau sama anaknya pejabat pun dia bisa, mau menikah denganmu yang hanya mahasiswa pengangguran, waktu itu?

Merelakan kuliahnya sendiri agar bisa menggantikan tugasmu mencari nafkah dan kamu selesai tepat waktu dengan gelar kebanggaanmu itu, bisa kerja kantoran seperti sekarang, punya teman-teman yang gahol, yang kekinian, dan setara dengan penampilanmu yang juga mengikuti perkembangan zaman.

Lalu kau biarkan istrimu memiliki sebuah perasaan yang hanya dimiliki oleh seorang istri yang bersuamikan orang tak tahu diri sepertimu.

Aku yang mendengar kontan sakit hati.

Kecewa.

Orang tua nya mempercayakan anak mereka padamu. Dengan harapan, kau akan membahagiakan anaknya seribu kali lipat dari yang bisa mereka berikan.

Lalu kau buat dia mengandung tiga bayimu.

Tanpa jeda.

Kakak pertama lahir.

Usianya dua bulan, istrimu mengandung yang kedua. 
Pun sama dengan yang ketiga.

Dan tiga balita itu dia urus sendiri dengan tangannya yang dulu belum tentu sebulan sekali menyentuh sapu.

Nyambi berjualan bubur untuk menambah kepulan asap dapur kalian agar anakmu bisa makan layak penuh gizi, karna gajihmu bukan tak cukup untuk itu tapi tak kan cukup olehmu yang gemar membeli kemeja baru dengan alasan kau lah yang bergaul di luar sana setiap hari dengan teman kantoranmu yang borjuis itu.

Kau buat temanku yang sangat cantik kini tak ubahnya babu tiap kali aku bertandang kerumahnya. 
Aku ingin menangis tiap melihat betapa kasar kulitnya sekarang, bersisik karna tak pernah kenal lagi apa itu handbody karna baginya lebih penting membeli obat batuk pilek anakmu yang uang obatnya masih kau pakai juga untuk bergaya makan di mall bersama mereka yang hanya peduli merk jeansmu.

Jangan tanya parfum, temanku yang pertama kali dulu mengajariku mengorder parfum mahal limited edition di katalog MLM itu kini hanya sering meminjam setetes dua cologne balitanya yang masih tersisa hanya untuk menutupi bau susu menyengat yang habis ditumpahkan anakmu ke badannya secara tak sengaja.

Aku ingin kau membaca tulisanku ini.

Aku yakin kau akan membacanya karna cukup sering kau 'like' postingan-postingan masakanku yang diadukan istrimu itu kepadaku saat kau protes padanya, kenapa istrimu itu tak bisa seperti aku yang mampu membuat masakan enak apa saja dirumah kalian.

Mungkin kau lupa, suamiku tak seperti dirimu.

Suamiku lelaki mandiri. Yang jika ingin bekerja tak pernah merengek padaku ingin disiapkan ini dan itu. Yang tak sungkan membersihkan kamar mandi sendiri saat dilihatnya aku masih sibuk belepotan tepung karna membuatkan cake kesukaannya.

Mungkin kau tak sadar, suamiku menyediakanku seorang asisten untuk membantu semua kerepotanku sehingga aku bisa memasak yang enak tanpa memusingkan cucian piring atau baju yang belum dijemur dan disetrika.

Mungkin kau tak tahu, suamiku menyediakan banyak fasilitas memasak di rumah untuk memudahkanku memenuhi permintaannya ketika ingin makan sesuatu, tak seperti istrimu yang ketika merengek sebuah blender murah saja masih kau katakan boros lalu uangnya kau pakai membeli sepatu futsal mahal. Sebenarnya apa definisi boros bagimu?

Mungkin kau yang belum tahu tahu, suamiku rajin menyarankanku memakai style yang begini dan begitu sesuai seleranya bahkan royal mensponsorinya agar aku selalu cantik saat pergi bersamanya, dan ketika kami berkumpul di sebuah tempat yang banyak wanita cantiknya, maka suamiku tak pernah minder mengenalkanku yang cantik disampingnya sebagai istri yang paling disayanginya.

Mungkin kau juga tak paham, bahwa seorang istri yang punya balita apalagi banyak dengan yang tak punya satu balita pun itu berbeda. Bahwa aku yang tak punya balita ini masih kenal apa itu yang namanya menyempatkan diri facial dan creambath juga spa meski hanya sebulan sekali.

Tapi istrimu yang mengurus 3 balita seorang diri itu telah bertahun-tahun ini sudah lupa menyisir rambut kusutnya sehabis mandi karna mandinya pun ketar ketir sembari menguatkan hati mendengar tangisan anakmu yang meraung karna tak mau ditinggal ibunya barang sedetikpun sedangkan kau diam tak perduli asyik memandangi gadget canggihmu yang isinya hanya undangan kongkow-kongkow tak jelas.

Sungguh...

Kau punya wanita paling cantik yang pernah ada,

Paling tangguh yang pernah ku kenal...

Yang telah Allah sediakan untuk menjadi yang paling memaklumi sikapmu

Menerima banyak kekuranganmu padanya

Karna percayalah,

Jika aku yang jadi istrimu

Tak akan sampai beranak tiga

Dari dulu sudah ku tinggalkan.

Tapi mungkin saja, ada kebaikanmu yang begitu besar dan istimewa, yang aku tidak tahu, yang hanya istrimu dan Tuhan saja yang tau

Sehingga Tuhan menguatkan hati istrimu untuk tetap mencintaimu sepenuh hati.

Bahkan setelah kau buat dia menunggu kepanasan dibawah terik matahari di parkiran,

Saat kau bilang padanya di kondangan waktu itu,

'kau duluan saja dan tunggu diparkiran. Aku masih ingin berfoto bersama teman-temanku. Kau tak usah ikut berfoto ya, bajumu aneh. Nanti malah jadi pembicaraan teman-temanku. Aku nggak enak.'

Kata-katamu ini, yang jika orang lain saja yang mendengarnya menjadi sedih dan pilu,

Lalu bagaimana hati perempuan yang sudah merelakan nyawanya untuk dipertaruhkan melahirkan benih-benih cintamu itu?

Masih cinta kah kau padanya?

Jika ya, minta maaf lah.

Syukuri istrimu.

Atau kau akan tahu bagaimana sakitnya kehilangan seseorang yang pernah mencintaimu sepenuh hati lalu tak ada lagi.

Karna tempatmu,

Sudah digantiNya dengan 'orang lain' yang lebih pantas untuk menjadi pasangan wanita sehebat istrimu.

Mumpung belum terlambat.

Menangkan kembali hati istrimu.

Karna hati wanita itu seperti bubur.

Yang jika hatinya terlanjur meneriakkan kata 'cukup',

Maka itu artinya bagimu adalah 'selesai sampai disitu'.

Kau rela?

Hujan oktober, rumah hijau, 2016

#menulisagarinimenjadipelajaranbagiyanglain
__________

Izzatush Shobihah
11 Oktober pukul 7:50 · 
Kalau di Al-Quran ada kabar, "Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan", kemudian kita menemukan seseorang sedang dalam kesulitan, barangkali saat itulah Allah mengirim kita untuk mempermudah urusannya. ^_^
#iZzatQuote
___________

Izzatush Shobihah bersama Suszie Chung dan Izzah Ling.
10 Oktober pukul 21:23 · 

Buat pertimbangan.
Pilih puasa di hari yang mana aja itu baik.
Yang gak baik itu udah ngeyel alot tentang tanggal puasa tasu'a-'asyuro, tapi ending-endingnya malah gak ikutan puasa.

Kalau masih ada umat model kayak gitu, semoga masih ada yang mau nerima jadi mantu.



Pakar Fisika di Juwiring Observatory.
9 Oktober pukul 16:46 · Klaten, Jawa Tengah · 

KAPAN 10 MUHARRAM 1438 H:
==========================
Tanggal 10 Muharran 1438 H terdapat perbedaan karena berbeda memulai 1 Muharram 1438 H nya.

Versi Pemerintah Saudi, Pemerintah RI dan Muhammadiyah: 
1 Muharram 1438 H = Ahad, 2 Oktober 2016 M.

Sehingga, tanggal 10 Muharram 1438 H akan jatuh pada Selasa, 11 Oktober 2016 M.
(Senin, 10 Oktober 2016 selepas Maghrib)

~~~

Versi Rukyat Hilal Hakiki, Nahdlatul Ulama dan Persatuan Islam: 
1 Muharram 1438 H = Senin, 3 Oktober 2016 M.

Sehingga, tanggal 10 Muharram 1438 H akan jatuh pada Rabu, 12 Oktober 2016 M.
(Selasa, 11 Oktober 2016 selepas Maghrib)

~~~
Laporan Rukyat dan Awal Muharram 1438 H di Dunia:

1. http://icoproject.org/icop/muh38.html
2. http://moonsighting.com/1438muh.html

Foto:
Taqwim Standar Indonesia
Bulan Oktober 2016
__________

Senin, 10 Oktober 2016

Status FB 9-10 Oktober 2016


Izzatush Shobihah memperbarui bionya.
10 Oktober pukul 16:27 · 

Willy's gym mate
__________

Izzatush Shobihah memperbarui foto profilnya.
10 Oktober pukul 11:24 · 

Jika waktu adalah uang, maka kebersamaan adalah brankasnya. ^_^
#iZzatQuote
--------
Ini pertama kalinya dolan bareng si kecil gak bawa jam tangan. And it was almost messy. Hampir ketinggalan kereta pas berangkat, nunggu lama kereta pas pulang, e te ce.

http://izzahling.blogspot.co.id/2016/10/jalan-jalan-bareng-willy-09102016.html


___________

Izzatush Shobihah
10 Oktober pukul 9:50 · 

Di kantor, pagi ini.

Mb Chung: "High heels itu awalnya dipakai oleh cowok ya? Kok bisa sekarang malah dipakai sama cewek?"

Pak Bambang: "Kan saat itu toko (sepatu)nya belum buka Mbak."

Mb Chung: "(merasakan aura berbeda, bahwa sebentar lagi jalur pembicaraan menyimpang) O iya, deh."

Saya: "Bentar, bentar." (mencoba mengembalikan pembicaraan ke 'jalan' yang benar) "High heels diciptakan tahun berapa toh?"

Mb Chung: "Wah, ya gak ngerti, Mb."

Saya: (searching) "Oalah Mb, lha wong udah sejak abad ke-16. Berarti bisa sejak tahun 1501 kan?"

Pak Bambang: "Ya, bisa jadi." (alhamdulillah, pembicaraan kembali ke arah yang benar)

Saya: "Jelaslah, belum ada toko yang buka. Lima belas kosong satu itu orang-orang masih shalat Ashar, jadi ya tokonya masih tutup. Makanya gak heran cewek-cewek pakai sepatu seadanya. Adanya high heels cowok ya dipakai aja."

Dan merekapun memasang mata elang dengan wajah mirip model Sarimi ala Kanjeng Dimas.
Oke, ada yang salah?
________

Izzatush Shobihah
9 Oktober pukul 19:37 · 

"Kalau udah punya smartphone gitu mbok ya jangan niru hapenya."
"Lha emang salah ya kalau kita cerdas kayak hapenya?"
"Bukan smart-nya, tapi touch screen-nya. Masa nunggu disentuh dulu baru bereaksi? Lha kamu ini manusia atau remote tipi?"

Sepertinya reaktif itu bagus. Hanya saja, proaktif jauh lebih bagus.
#iZzatQuote
________

Izzatush Shobihah
9 Oktober pukul 5:22 · 

Sodara-sodara, khususnya yang bergelut di dunia kesehatan dan kedokteran, peningkatan HB mempengaruhi peningkatan tekanan darah gak sih?
Kemarin jadwalnya donor, BB udah di atas 45 dan systole 117, tapi HCT 33% dan HB cuma 11,8.

Kalau tak 'grojog' bayam tiap hari, HB bisa naik tanpa mempengaruhi systole kan?
#iToezAsks

Jalan-Jalan Bareng Willy 09/10/2016

Ini adalah momen kedua Willy naik kereta api. Dulu dia pernah naik kereta api kira-kira saat masih usia setahun, pas baru bisa jalan. Saat itu perjalanan ke Surabaya, jadi agak lama. Endingnya dia lari-lari deh dari ujung gerbong ke ujung yang lain. 

Sekarang diulang kembali. Cuma satu pos aja sih, dari stasiun Sembung ke Jombang Kota. Banyak yang berubah dari penampilan keretanya. Lebih cantik, lebih nyaman, sayangnya lebih mahal, hehehe. Gapapalah ya, harga membawa rupa.

Beli tiketnya tanggal 8 Oktober 2016, di stasiun Jombang, pulang kerja tuh. Dikira harganya Rp6.000,- per orang, dengan 'kortingan' 50% untuk balita. Tapi ternyata saya lupa bahwa sekarang sudah beda zaman. Harga tiketpun Rp10.000,- per orang dan bayi di atas 3 tahun tetap kena tarif penuh. Pulang pergi bisa keitung tuh Rp40.000,-. Ampun dah, udah berapa abad saya gak naik kereta ya? :D

Tapi gapapa, walaupun menurut hitungan emak-emak matre gini Rp40.000,- bisa buat beli beras 5 kg, tapi apa artinya beras 5 kg dibandingkan pengalaman si kecil naik kereta api pas matahari bersinar. *iya, dulu dia naik kereta pertama kali malam hari*

Dapat tiketnya sih tiket duduk, gerbong 3, seat 8D dan 8E. Tapi pas masuk stasiun Sembung, kita hampir ketinggalan kereta. Jadwalnya berangkat jam 08.23, kita nyampe stasiun jam 08.22. Alhasil, terburu-buru deh. Gak lihat kalau ternyata kita masuk gerbong 5. Padahal si Willy udah ketawa bahagia tuh dia bisa duduk di bangku penumpang, yang ternyata bukan bangku kita, hahaha. Mau pindah ke gerbong 4 terus ke gerbong 3, ternyata pintu antar gerbongnya ditutup. Waduh, ya udah, kita berdiri di dekat pintu masuk penumpang aja, sekalian lihat pemandangan alam. Gak dapat tempat duduk sih, tapi gak disangka ketemu teman SMA dulu yang dapat tiket berdiri mau ke Surabaya. Namanya Adin dan Mb Fitrotul. :D

Ini gambarnya Willy lihat pemandangan di sebelah kanan pintu masuk penumpang. ^_^

Nah, begitu sampai di stasiun Jombang, si kecil tak ajak duduk di peron. Istirahat bentar. Sempet hampir kehilangan sandal sih waktu habis dari kamar kecil, tapi alhamdulillah ketemu. Ternyata sandalnya ketinggalan di bawah bangku peron ini. :D


Gak lama setelah itu Willy langsung saya ajak keluar stasiun, walaupun kereta belum berangkat. Tujuan awalnya mau ngajak dia ke Kebon Rojo. Tapi mengingat kemarin itu hari Minggu, terpaksa deh gak jadi ke sana. Bisa-bisa Willy gak mau diajak pulang kalau udah naik gunungan 'piramida' Kebon Rojo. :D


Oke, diajak aja dia ke Makam Gus Dur. Langsung jalan ke timurnya stasiun Jombang, ambil angkot jurusan Cukir, berhenti di depan BRI/rumah makan Al-Jabar Tebuireng. 



Dari gang depan Al-Jabar, kita telusuri sampai masuk gerbang makam. Mampir dulu di salah satu standnya buat beli minyak nonalkohol. Biasanya dijual Rp10.000,- per botol. Di sini cukup Rp8.000,- per botol. Emaknya beli minyak, anaknya ngitung peci, hehehe. :)








Selesai kirim Al-Fatihah ke ahli kubur makam Tebuireng, langsung menuju ke Masjid Ulil Albab (MU) samping SMP Abdul Wahid Hasyim Tebuireng. Ini tumben-tumbenan loh Willy mau kiss pas difoto, tanpa diminta pula. Coba kalau ada sumur atau sumber air Tebuireng yang bisa diminum langsung kayak dulu, pingin tak basuh ke wajahnya si kecil. Harapannya sih semoga bercak di sebelah kedua matanya itu segera menghilang. Gak ilmiah memang, tapi gak ada salahnya ikhtiar dengan air yang didoakan orang banyak. :)





Di bawah ini gerbang belakang makam Tebuireng. Sekarang udah ada hiasan kaligrafi bambunya. :)




Dan ini tiket PP di atas tas Keroppi-nya Willy. :)


Di Masjid Ulil Albab, Willy sempet minta makan. Udah lapar mungkin dia. Tapi makanan belum habis, dia langsung lari-lari kejar-kejaran sama anak-anak yang lain. :)




Si Willy lari-lari di masjid, tapi takmirnya gak melarang. Apalagi pas dia pegang-pegang mic buat adzan. Kata takmir yang ngepel lantai masjid, "Biarkan saja, Bu. Ndak apa-apa. Biar hatinya ada di masjid. :) "
And suddenly I feel moved. Terharuuuu...



He checked sound before adzan. Wait, is it adzan or qiroat?


Pulang dari MU langsung naik angkot ke arah alun-alun Jombang. Nyampai alun-alun, emaknya lihat kuda, Willy lihat odong-odong. Naik deh dari jam 10an sampai menjelang dhuhur. Cuma Rp5.000,- per anak sekali naik. :D


Sempet nunggu lama sih di luar stasiun gara-gara gak boleh masuk sama petugasnya. Masih terlalu awal, masih banyak kereta katanya. Ya udah deh, kita nunggu di luar stasiun, di tempat duduknya itu. Begitu jam 12.30an kita masuk. Boleh, karena keretanya udah datang. Tapi masih nunggu lama, karena bersilangan dengan kereta Sri Tanjung dari arah barat. Ya udah, kita masuk deh ke gerbong 3. Begitu masuk, walah! Kosong. Cuma beberapa bangku aja yang ada 'penduduknya'. Nyari seat 7D dan 7E, juga kosong. *ya iyalah, kan sini yang pesan*

Bisa ditebak kan, gimana senengnya Willy? Bisa lompat-lompat tuh dia. :D










Nah, pas keretanya udah jalan, dia lebih suka ngelihat luar kereta. Begitu mau nyampe stasiun Sembung, dia awalnya gak mau diajak beranjak ke pintu keluar. Tapi akhirnya mau tanpa dipaksa, karena keretanya berhenti, hehehe. Setelah turun dari gerbong, keluar peron, dia masih lihat aja tuh keretanya. Begitu gerbang peron ditutup, keretanya udah jalan, dia malah minta masuk. Pingin naik kereta lagi. Hahahaha, sabar ya, Nak. Kapan-kapan kita jalan-jalan naik kereta lagi ya. :)

Alhamdulillah, gak lama setelah itu ibu jemput. Mau pulang juga deh akhirnya. :)

Sabtu, 08 Oktober 2016

Status FB 7-8 Oktober 2016

Izzatush Shobihah
8 Oktober pukul 9:14 · 

Menemukan typo (salah ketik) dalam sebuah cerita tertulis itu seperti makan nasi tapi yang dikunyah kerikil ATAU melihat kecelakaan motor tapi yang ditolong orang-orang bukan korbannya, melainkan sepeda motor dan dompetnya.
#iZzatQuote

That's an absobloodylutely terrible sin. -_-
Makanya para penulis fanfiction online sering minta maaf sambil membungkukkan diri ala penduduk Korea jika dalam karya mereka banyak typo bertebaran dimana-mana.
_______

Izzatush Shobihah
7 Oktober pukul 15:57 · 

Ketika "Rajin pangkal kaya" diganti "Rajin mangkal kaya", percayalah, Anda sedang hidup di tengah mereka yang jago menggigit.
Biasanya, yang jago menggigit juga jago menjilat.
#iZzatQuote
___________

Izzatush Shobihah
7 Oktober pukul 12:02 · 

Man jadda wajada. Orang akan mendapatkan apa yang sungguh-sungguh dia cari.
Jika kita mendapatkan pulpen, sangat mungkin itulah yang sangat kita cari.
Ketika kita mendapatkan jodoh, bisa jadi itulah yang sungguh-sungguh kita cari.

Sekali lagi, orang akan mendapatkan apa yang dia cari.
Hanya saja, yang perlu kita ingat, Allah bisa saja memberikan apa yang kita cari saat kita sudah tidak mencarinya lagi.
Termasuk juga, perasaan terhina setelah menyaksikan potongan video separuh-separuh itu.
Pernahkah kita menghina mereka yang memberi penghinaan kepada kita?

Mari introspeksi diri sendiri sebelum ekstrospeksi diri orang lain.

Denny Siregar
7 Oktober pukul 10:12 · 

ISLAM YANG SELALU MERASA TERHINA

"Kristen itu ajaran konyol !!"

Begitu kata Ahok beberapa waktu lalu dalam sebuah rapat bersama jajarannya.

Ahok mengkritisi dengan tepat perilaku manusia dalam agamanya yang menjadikan agama sebagai mie instan, "lu boleh buat dosa sebesar apa saja karena Kristus nanti akan mengampuni semua dan lu pasti masuk surga.."

Siapakah yang ribut ? Ya, yang mengaku beragama Islam.

Mereka langsung teriak gembira dan men-share video itu kemana saja dengan poin perkataan, 'Tuh kan, Ahok yang kristen aja bilang bahwa kristen ajaran yang konyol. Bukti bahwa Islam yang paling benar !"

Dan disambutlah takbir bersahut2an persis seperti di pasar ayam.

Yang beragama Kristen tampak tenang. Sebagian karena paham maksud dari ucapan Ahok, sebagian karena tidak mengerti ada apa. Tapi yang paling penting adalah mereka tidak merasa terhina ketika Ahok mengatakan "Kristen ajaran konyol.."

Aneh memang, yang ngomong orang Kristen, tentang ajaran Kristen, tapi yang ribut yang merasa Islam.

Dan ketika Ahok mengatakan, "jangan mau dibodohi dan dibohongi pake surat Al Maidah 51', ribut lagi lah mereka yang mengaku beragama Islam. Ahok dibilang melecehkan, mengolok2 bahkan menghina Alquran.

Ketika di jelaskan bahwa yang dimaksud Ahok adalah "orang yang mempolitisasi ayat di Alquran", mereka tetap meradang. Apapun penjelasannya mereka tetap tidak terima, yang penting Ahok sudah menghina.

Kenapa si pengaku umat Islam ini selalu merasa sedikit2 terhina ?

Karena bodoh, itu saja. Bodoh karena tidak paham agamanya sendiri tapi kebanggaan mereka berlebih. Baju agama mereka terlalu ketat, sehingga nafas mereka sesak.

Mereka menjadi paranoid, mudah dipolitisasi dan di doktrin. Karena mereka tidak mau mengkaji kitab suci, meski suka datang ke pengajian. Mudah terhasut dengan "kata si anu" karena malas membuka kitabnya sendiri.

Mungkin karena merasa mayoritas, sehingga sulit membuka cakrawalanya dengan bebas. Sulit melihat kesalahan di diri sendiri dan suka bergunjing kesalahan pada orang lain.

Ahok itu ujian mayoritas muslim dalam menghadapi politik di negeri ini. Apakah kita akan dewasa dalam beragama atau seperti kerbau dicocok hidungnya. Apakah kita selalu mau dipolitisasi oleh para penjual ayat ataukah kita bisa memisahkan mana ayat dan mana penjualnya..

Maka tidak heranlah jika kita berjumpa dengan Reza2 yang lain, Marwah2 yang lain, yang secara ukuran sosial dia rasional tapi dalam pengetahuan agama mereka masuk di kelas emosional.

Secangkir kopi kuhidangkan pagi ini, sambil menatap wajah negeriku sendiri, orang2 dalam agamaku sendiri, berasa sedih.

Perjuangan mencerdaskan saudara2ku seiman ini, jalannya masih sangat panjang dan berbatu...

www.dennysiregar.com
__________

Izzatush Shobihah bersama Fathimatuz Zahra dan 2 lainnya.
7 Oktober pukul 7:30 · 

Makasih banyak Mb Itat, Mb Faiq, Mb Ida, Ibu, Abah. Semoga jadi haji yang mabrur. ^_^
Lega bisa bertemu kalian semuanya sepulang dari Baitullah. :)
Almond dan air zamzamnya gak kepoto, udah masuk perut duluan. Itu kemarin sajadahnya langsung kepakai buat shalat maghrib dan masih bersemayam di musholla rumah. Insya Allah membawa manfaat dan barokah. :)


__________

Status FB 6 Oktober 2016

Izzatush Shobihah membagikan foto Nadirsyah Hosen.
6 Oktober pukul 14:49 · 

Bahkan Ibnu Rusydpun mengajarkan Bhinneka Tunggal Ika.



Nadirsyah Hosen
6 Oktober pukul 7:52 · 

Kejujuran menampilkan pendapat yang berbeda

Salah satu problem terbesar umat saat ini adalah anti dengan perbedaan. Perbedaan dianggap perpecahan. Itu karena kita menyikapinya sebagai pertentangan yang berlanjut pada pertarungan antar kelompok sampai perebutan kursi politik. Maka atas nama Islam banyak yang terjebak pada fanatisme kelompok. Retorikanya saja berjuang atas nama Islam, padahal yang mereka bela adalah pemahaman kelompoknya sendiri.

Belakangan banyak yang gerah dengan sejumlah tulisan saya karena dianggap selalu membahas pendapat yang tidak mainstream. Seolah menyebutkan pendapat di luar mayoritas itu menjadi anacaman. Seolah menyebutkan ada pendapat lain dari yang selama ini dipahami orang kebanyakan akan meresahkan. Seolah pendapat jumhur ulama, mayoritas ormas Islam atau pandangan mainstream itu pasti benar. Seolah pendapat yang memicu kontroversi itu pasti keliru.

Bagi mereka yang meniatkannya untuk belajar, maka mendengar atau membaca adanya pendapat yang berbeda dengan yang selama ini diketahuinya akan penasaran dan segera membaca kembali berbagai kitab rujukan. Bagi yang tidak mau lagi belajar, maka dengan mudah semua pendapat yang baru dia dengar dan berbeda dari apa yang dia pahami selama ini, dicap sebagai omongannya JIL, Syi'ah, atau bahkan ditanya: "anda muslim bukan? Atau "anda dibayar berapa?"

Kondisi ini jelas berbeda dengan masa keemasan Islam dahulu dimana semua pendapat didiskusikan dengan baik dan mendalam. Pelabelan hanya akan membuat diskusi terhenti. Datangkan saja argumen atau rujukan lain karena bagi para ulama klasik: "pendapat saya benar tapi bisa jadi mengandung kemungkinan salah, semenatara pendapat anda itu saya anggap keliru, tapi bisa jadi mengandung kebenaran yang belum saya pahami".

Ini saya hadirkan contoh dari kitab klasik Bidayatul Mujtahid karya Ibn Rusyd. Dari gambar yang saya sajikan terlihat bagaimana Ibn Rusyd ketika membahas persoalan syarat sah jamaah dalam shalat Jum'at itu berapa orang, beliau menyantumkan semua pendapat, termasuk yang tedengar aneh sekalipun. Ada yang bilang satu makmum saja cukup, ada yang bilang dua makmum, ada yang bilang 3, lantas disebutkan juga pendapat yang bilang 30 dan pendapat yang umum dipahami kita, yaitu minimal 40.

Apa manfaatnya mengetahui perbedaan di atas? Untuk kondisi tertentu dimana Muslim menjadi minoritas, mereka tetap bisa menjalankan shalat Jum'at meski jumlah jamaah tidak mencapai 40 karena para ulama klasik tetap mencantumkan pendapat yang berbeda itu. Sekarang bayangkan betapa sulitnya kita kalau para ulama dulu 'menyembunyikan' pendapat yang berbeda itu dari ruang publik.

Kejujuran ilmiah ini penting untuk kita teruskan. Sebutkan kalau ada pendapat yang lain dalam masalah itu. Agar umat ini secerdas umat jaman dulu, setoleran ulama di masa kejayaan Islam, dan terus mau belajar seperti dicontohkan para ulama klasik.

Kalau kita terbiasa dengan keragaman pendapat maka kita tidak akan kaget, ngeyel, atau dengan mudahnya melabeli orang lain. Persis dengan wajarnya kita melihat pilihan menu makanan yang berbeda di warung padang, warteg atau fast food. Semua punya hak memilih. Selera boleh berbeda, pilihan boleh tak sama, namun kita tetap umat yang satu. Mudah untuk diucapkan, namun sulit untuk dijalankan, bukan?

Tabik,

Nadirsyah Hosen
Yang sudah 11 tahun jadi Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand, dan sayangnya masih terus diminta untuk periode dua tahun ke depan. Khuz bi yadi ya Rasul....
___________

Izzatush Shobihah memperbarui bionya.
6 Oktober pukul 12:40 · 

Membela tanah air dari penjajah. Ingat! DARI PENJAJAH! Siapapun itu. Selamat hari santri nasional. :)
________

Izzatush Shobihah
6 Oktober pukul 7:36 · 

"Budi jalan-jalan setiap 20 hari sekali. Anton jalan-jalan setiap 30 hari sekali. Tanggal 15 September 2016 mereka jalan-jalan bersama. Pada tanggal berapa mereka berenang untuk yang kedua kalinya?"

Kalau udah baca soal kayak gini, kayaknya kata 'berenang' sekalian diganti 'menikah' aja kali ya?
____________

Izzatush Shobihah membagikan sebuah kenangan.
6 Oktober pukul 7:30 · 

5 tahun yang lalu
Lihat Kenangan Anda

Izzatush Shobihah
6 Oktober 2011 · Leipzig-Knauthain, Sachsen, Jerman · 

Sepupuku yang asli konyol 114 karat mengambil makanan, mengunyahnya kemudian bertanya kepada sang ibu sambil menunjuk makanan yang ada di dalam mulutnya, "Bu, ini boleh ku telan?"

Dan barangkali si ibu harus minum aspirin....
________