Jumat, 26 Agustus 2016

Status FB 25 Agustus 2016


Izzatush Shobihah
25 Agustus pukul 18:39 · 

"Bun, kalau aku nikah, ngundang temen-temen yang jauh, berarti aku wajib nyediain transport buat pulang-pergi ya?"
"Kok tanyanya gitu?"
"Gak kenapa-kenapa sih, Bun. Cuma khawatir aja. Kalau gak disediain transport PP, mereka jadi jelangkung gak? Kan mereka datang tak dijemput, pulang tak diantar, Bun."

Ada yang mau bantu jawab? -_-
*narik selimut*
________

[di grup UTAC]
Izzatush Shobihah bersama Annisa Ajun dan 4 lainnya.
25 Agustus pukul 15:31 · 

Persiapan siang tadi untuk perform UKM PSM Al-Wardah (UTAC Indonesia) di acara POSMARU 2016 di samping ruang LBH Unhasy, selatan panggung inaugurasi. :)

Ingat ya, besok tanggal 28 Agustus 2016 ujian untuk member baru dan 4 September 2016 pendaftaran ulang member lama. :)



___________

Izzatush Shobihah menambahkan 2 foto baru.
25 Agustus pukul 9:52 · 

Pagi-pagi dapet sarapan dari kawan SMP, Eko Wahyudi. Gambar pertama adalah kiriman dari dia, hari ini pukul 7.44. 
Anda ogah membacanya? Sama. Karenanya, saya abaikan soal ini sekitar 2 jam. Back to work. Lagian, udah tua masih aja dikasih soal anak muda. -_-

Gambar kedua adalah coret-coretan saya, kelarnya jam 9.35. Selesai karena dua alasan. Alasan X, saya penasaran dengan proses dan hasilnya. Alasan Y, karena si Eko bilang, "Jajal dulu mbak broo. Moso arep Takon Abda Alif....hehehe". Jangan sampe dah mantan ketua OSIS yang jeniusnya mengerikan itu selesai mengerjakan soal ini lebih dulu dari saya.

Finally, hitungannya ketemu 9. Mohon koreksi jika saya salah atau ada jawaban lain yang beda.

Ternyata benar, bilang "Aku tidak mau" lebih mudah daripada bilang "Aku tidak mampu".
#iZzatQuote



NB: Soal ini masuk bab apa sih? Pecahan campuran? Pecahan kompleks? Pecahan rumit? Pecahan hati? *eh*
_________

Izzatush Shobihah
25 Agustus pukul 2:22 · 

Tahukah kalian apa yang membuat kami puas sebagai dirigen?
Yakni ketika setiap detail gerakan tangan dan kedipan mata kami sukses mengendalikan tarikan nafas dan produksi suara kalian.

Sayangnya, bagi sebagian orang, konduktor adalah sosok yang tak lebih dari seorang penari di depan pasukan vokal atau orkestra.
Bahkan sebagian berasumsi bahwa paduan suara yang baik tidak diukur dari kualitas suara timnya, melainkan dari cantik, tinggi, putih, dan langsingnya sang dirigen. Detail kode tak terlalu urgen. Partitur tidak perlu diperhatikan. Yang penting tahu gerakan birama 4/4, selesai.

Dan asumsi macam ini tak ubahnya seperti memvonis seorang perawan yang belum menikah sebagai ibu-ibu yang sudah beranak 5: membunuh pasaran.
#iZzatQuote
_________

Rabu, 24 Agustus 2016

Status FB 24 Agustus 2016

Izzatush Shobihah memperbarui bionya.
24 Agustus pukul 14:50 ·

"Act like champions! Be champions!" Dream Team -- Battle of The Year.
__________

Izzatush Shobihah menambahkan 2 foto baru.
24 Agustus pukul 12:49 · 

Percayalah, penasaran adalah hal kedua yang paling menyiksa setelah sakit gigi.
#iZzatQuote

Awalnya, baca terjemahan milik bu nyai tetangga desa, tulisannya di halaman terakhir tercantum 1224 Hijriyah.
Karena ibu pingin punya kitab sendiri, dibelilah terjemahan cetakan baru. Gak taunya di halaman terakhir tertulis 1214 Hijriyah.

Lho, kok beda? Ini yang bener yang mana? Wallahu a'lam. Yang jelas, otak sudah terlanjur penasaran.

Untuk mengobatinya, mau gak mau harus ke toko buku lagi untuk dapetin kitab Durrotun Nashihin yang bukan terjemahan (semoga ini yang asli). Tujuannya jelas: untuk konfirmasi, klarifikasi, dan sejenisnya. Setelah dibuka halaman yang dicari, alhamdulillah ketemu juga. 1224 Hijriyah. ^_^

Semoga ini salah ketik ya, bukan sengaja disalahkan.
Salah menulis tahun nikah aja berakibat fatal (khususnya buat yang dituduh hamil di luar nikah), apalagi menulis tahun bersejarah untuk kitab besar seperti ini. :)



__________

Izzatush Shobihah bersama Annisa Ajun dan 3 lainnya.
24 Agustus pukul 11:15 · 

PERUBAHAN AGENDA UKM PSM UNHASY

Catat tanggalnya untuk agenda jelang wisuda sarjana dan pascasarjana Universitas Hasyim Asy'ari 2016.

Audisi Vokal
Sesi musikalitas : 28 Agustus 2016 pukul 08.00 WIB
Sesi interview : 28 Agustus 2016 pukul 10.00 WIB
Lokasi: Gedung FIP

Audisi Dirigen
Sesi musikalitas : 28 Agustus 2016 pukul 08.00 WIB
Sesi interview : 28 Agustus 2016 pukul 13.00 WIB
Lokasi: Gedung FIP

Agenda Pra-Latihan Bersama
4 September 2016 pukul 08.00 WIB
Lokasi: Aula Timur

Agenda Pemantapan Dirigen
4 September 2016 pukul 13.00 WIB
Lokasi: Aula Barat

Latihan Bersama
September-Oktober 2016
Lokasi: Ruang Pertemuan Dosen


___________

Izzatush Shobihah
24 Agustus pukul 8:52 · 

Yang lagi diet pakai jeruk nipis, baik sebagai camilan atau infused water, berhati-hatilah!
Barusan saya membaca tulisan yang mewanti-wanti bahwa jeruk nipis bisa mengakibatkan kegemukan.
Penyebabnya di dalam jeruk nipis terdapat kandungan rawon, soto ayam, soto daging sapi, kari, dan batagor. Apalagi ditambah es jeruk 2 gelas.

*Wait, ini penelitian tahun berapa sih?*
___________

Izzatush Shobihah
24 Agustus pukul 1:39 · 

Dalam hidup, kita butuh orang cerdas dan orang bijak di sekitar kita.

"Jam berapa ini?"
"Habis diminta nemenin direktur sarapan, Pak."
Orang cerdas akan menemukan kalimat yang tersirat pada dialog di atas.

"Apa perbedaan soto dan Siti?"
"Kalau soto mie-nya putih."
Orang bijak tidak akan melanjutkan jawaban tebakan di atas.
#iZzatQuote
____________

Senin, 22 Agustus 2016

Status FB 22 Agustus 2016

Izzatush Shobihah
22 Agustus pukul 11:41 · 

Menaikkan harga rokok untuk mengurangi kuantitas perokok itu... mmmm... gini deh. Kalau mau menekan kuantitas perokok, kira-kira menaikkan harga rokok ini efektif gak?

Pertama, kita lihat dari rokoknya.
Dulu pernah ada peraturan masang gambar 'nggilani' di bungkus rokok dengan harapan yang sama. Mungkin efektif untuk sementara waktu, tapi tidak bertahan lama.

Kedua, dari penggunanya.
Kalau perokok sudah menganggap rokok sebagai kebutuhan, menaikkan harga rokok bisa diibaratkan menaikkan harga bensin bagi pemotor. Semahal apapun, kalau sudah jadi kebutuhan, bakal dibeli juga.

Ketiga, dari keuntungannya. 
Siapa yang untung kalau harga rokok meroket? Perokok? Penjual? Pabrik rokok? Petani tembakau? Bea cukai? Atau tempat rehab perokok aktif? Cek dulu. Kalau sudah ketemu, silakan bandingkan dengan data saya. *aseeeggg!!!*

Keempat, dari dampaknya. 
Bisa jadi untuk sementara ini, banyaknya perokok akan berkurang. 
Jelas, ini berita gembira buat yang merindukan udara tanpa asap rokok, walau cuma untuk beberapa waktu saja. Tapi ini juga berita 'gembira' bagi pecandu rokok, yang bisa saja berdampak seperti pengguna narkotika. Kalau gak ada uang buat beli rokok, harus dapet uang gimanapun caranya. Bisa bayangin kriminal apa aja yang bakal muncul?

Ah, embuhlah! Sini cuma bisa membatin, semoga pengguna rokok selalu sehat tanpa harus mengganggu kesehatan kita-kita yang tidak merokok.
Barangkali, jika memang kabar ini bukan hoax, menaikkan harga rokok jauh lebih bijaksana daripada menaikkan rok mini.
‪#‎iZzatQuote‬
__________

Status FB 20 Agustus 2016


Izzatush Shobihah
20 Agustus pukul 18:16 · 

Yang jelas berjodoh itu yang sekualitas, bukan yang bikin lemas. -_-
‪#‎iZzatQuote‬
___________

Izzatush Shobihah
20 Agustus pukul 5:35 · 

"Semester baru lagi, kuliah lagi, tugas-tugas numpuk lagi. Duh, rasanya pingin nikah aja, Bun, biar bebas dari tugas kuliah."
"Lhah, emangnya ada yang mau?"
"Yeee, ngenyek. Ya banyak lah, Bun. Pria mana sih yang gak mau sama aku?"
"Maksudku, emangnya ada pria yang mau nikahi perempuan yang suka mengeluh? Kalau ngadepi tugas-tugas kuliah yang cuma 4 tahun aja sambatan, gimana ngadepi tugas-tugas rumah tangga yang seumur hidup?"

Ah, dasar nak-kanak children! -_-
____________

Jumat, 19 Agustus 2016

Status FB 18-19 Agustus 2016

Izzatush Shobihah
19 Agustus pukl 16:30 ·

Dulu, pas masih kelas XI-XII SMA, yang sering dipanggil ke depan podium setelah upacara bendera tiap Senin adalah Mb Vika Amel dan Aditya Harja Nenggar, karena saking seringnya jadi langganan juara karate. Minimal tingkat provinsi.

Beberapa tahun setelah lulus SMA, sempet ketemu (gambar) adik kelas di sekolah yang sama, Hirga Yoga Ludiana, yang berita prestasi karatenya di SEA Games (gak inget tahun berapa) sempet diliput di koran. Dan sekarang ketemu (gambarnya) lagi, di bidang yang sama, event yang berbeda. Semoga sukses di tingkat selanjutnya.

Bangga? Bukan.
Saya tidak pantas berbangga karena saya bukan guru mereka.
Saya hanya merasa iri. Mereka sudah mengharumkan Jombang, Jawa Timur, dan Indonesia, sementara saya masih belum bisa memberi apa-apa untuk bangsa sendiri.


______________

Izzatush Shobihah bersama Izzah Ling.
19 Agustus pukul 11:35· 

Ini adalah frekuensi detak jantung. Aktivitas vulkanik Gunung Merapi. Kode Morse dalam bentuk sandi rumput. Kurva ekonomi suatu perusahaan yang sedang mengepakkan sayap. Atau pesan dalam beragam huruf dunia, seperti Rusia, Yunani, Latin, dan Arab.

Bisa saja, toh huruf 'u' yang dibaca 'u' dalam aksara Latin mirip bentuknya dengan huruf 'i' dalam aksara Rusia, huruf 'm' dalam aksara Yunani, atau huruf 'n' dalam aksara Arab.

Biarkan dia mencoret-coret buku kosongmu. Indonesia merdeka juga karena adanya coretan bukan? ;)
‪#‎iZzatQuote‬


________

Izzatush Shobihah
18 Agustus pukul 16:15· 

"Kode Bank BNI berapa?"
"Kerbau, Mb."
"Heh? Maksudnya?"
"009."

Lagi-lagi, apa sih yang ditertawakan? Kode BNI itu beneran 009 kan?
___________

Izzatush Shobihah membagikan video Prodi Agribisnis Universitas Trilogi.
18 Agustus pukul 14:41 · 

Kalau sudah ahli, hasil mengagumkan bisa diraih tanpa harus memperhitungkannya.
Karena -selain hutang dan dosa- hidup bukan cuma soal perhitungan, Kawan. :)
By the way, I love that gaze. 
‪#‎iZzatQuote‬
-2:06

413.892 Tayangan

Prodi Agribisnis Universitas Trilogi menambahkan video baru.
10 Agustus pukul 9:55 · 

Seorang Ayah sedang bermain billiard bersama anaknya dihotel. Tanpa sengaja pd saat merekam si anak melihat Zinedine Zidane sedang berada dibelakang Ayahnya. Si Anak pun meminta kepada sang Ayah untuk mengajak Zidane bermain bersamanya. Kalian tau apa yang terjadi setelah itu??? Saksikan sendiri...

Sumber : https://www. youtube. com/watch?v=1yqi2VrstBA
__________

Izzatush Shobihah memperbarui foto profilnya.
18 Agustus pukul 10:22 · 

Di depan garasi rumah dinas wakil bupati. Jarang-jarang ketemu beliau saat mengenakan seragam upacara lengkap begini. ^_^


___________

Izzatush Shobihah menambahkan 16 foto baru ke album: Tasyakuran Milad Ning Anifatul Ulyawati — bersama Izzah Ling dan 13 lainnya.
18 Agustus pukul 10:16 · 

Judul awalnya: Rapat Persiapan Perform Kongres Muslimat Nasional 2016 di Jakarta. Tapi gak jadi. Itu agenda sampingan. Agenda utamanya adalah tasyakuran milad Ning Ani, istri Gus Aud, yang dirayakan seluruh rakyat Indonesia. Kebetulan juga beberapa hari sebelumnya Ning Ani meraih juara III Mom and Kids di acara Woman Enterpreneur di Surabaya. :)

Selamat ulang tahun, Ning Ani. Chun ni sheng ren kuai le. Happy birthday. Saeng-il chuk-ha hamida. Sanah hilwa. Terima kasih atas undangan dan hidangannya. :)
Mohon maaf, belum bisa memberi apa-apa selain doa dalam istighotsah singkat. Itupun kalau istighotsah itu terhitung pemberian. Semoga semakin shalihah dan berkah segalanya. ^_^

Ibunda Mundjidah Wahab, yang saat itu baru tiba dari upacara pengibaran bendera, turun dari mobil, kami salami, lalu mengedarkan pandangan ke wajah rakyat-rakyatnya yang saling terdiam ini sambil bertanya, "Foto ta?"
Bisa ditebak apa yang terjadi selanjutnya.

Terima kasih, Bunda, sudah memfasilitasi kami yang kebingungan mencari tempat untuk sekedar temu kangen. :)
Maklum, baru kali ini saya merasakan rumah dinas pejabat menjadi rumah rakyat juga. Seperti yang Umar bin al-Khaththab dan Gus Dur lakukan. :)




















__________

Selasa, 16 Agustus 2016

Status FB 16-17 Agustus 2016


Izzatush Shobihah memperbarui bionya.
17 Agustus pukul 19:28 ·

Eyes on Girls' Generation - The Boys (English Version) motions. Practice makes perfect, right?
__________

Izzatush Shobihah
17 Agustus pukul 1:29 ·

Dari dulu dan entah sampai kapan, pertanyaan klien yang paling menakutkan adalah "Bunda, suamiku dimana?"
‪#‎iZzatQuote‬
________

Izzatush Shobihah
16 Agustus pukul 20:15 ·

Sempet penasaran kenapa para pelaku ketidakbaikan justru 'disejajarkan' dengan penyebutan hewan: lelaki buaya darat, penjahat kelas teri, wanita kupu-kupu malam, penipu kelas kakap, dan sebagainya.

Memangnya si hewan punya salah apa sampai disejajarkan dengan mereka?
‪#‎iToezAsks‬
______

Izzatush Shobihah
16 Agustus pukul 14:53 · Kompas.com ·

Jika, sekali lagi JIKA, berita ini benar, itu tandanya Gloria masih tercekal.
'Masih usahakan' memiliki sedikitnya 2 arti: 'sedang memperjuangkan' dan 'belum berhasil menjadikan'. Untuk Gloria, 'usahakan' yang mana ya?
Semoga mulai tahun ini dan seterusnya, slogan birokrasi "Kalau bisa dipersulit, kenapa dipermudah?" bisa berubah jadi lebih baik.

http://nasional.kompas.com/read/2016/08/16/11444441/menpora.masih.usahakan.gloria.ikut.paskibraka
__________

Izzatush Shobihah
16 Agustus pukul 12:24 · 

Anda penggemar serial Sherlock Holmes-nya Om Benedict Cumberbatch? Jika iya, pelajaran apa yang bisa diambil dari dialog "A Study in Pink" berikut?
‪#‎iToezAsks‬

"Just met a friend of yours."
"A friend?"
"An enemy."
"Oh! Which one?"
"Well, your archenemy, according to him. Do people have archenemies?"
"Did he offer you money to spy on me?"
"Yes."
"Did you take it?"
"No."
"Pity, we could have split the fee. Think it through next time."
________

Izzatush Shobihah memperbarui bionya.
16 Agustus pukul 5:04 · 

Crowded week. Available on August:
17 - 18:00, 20 - 17:00, 21 - 15:00. Danke schon. :)
________

Status FB 15 Agustus 2016


Izzatush Shobihah
15 Agustus pukul 20:27 · 

Miris adalah kondisi dimana orang tua minta sesuatu yang belum bisa kita beri sekaligus tidak bisa kita beli: waktu luang!
‪#‎iZzatQuote‬
-----
Dari kemarin ibu pinjam terjemahan kitab Durrotun Nashihin segede bantal dari bu nyai tetangga desa. Sejak saat itu, kitab tersebut jadi bacaan setianya. Baguslah, daripada nonton Uttaran, Thapki, Anandhi, de ka ka.

Maghrib tadi, tiba-tiba ibu tanya, "Za, harga kitab Durrotun Nashihin gini berapaan ya?"
"Wah, gak tau, Bu. Mungkin 200(ribu)an. Kenapa? Pingin ta?"
"Aku pingin punya eg."
"Ya nanti tak beliin."

Belum sedetik setelah ucapan terakhir tadi, saya teringat jadwal saya. Waktu luang paling dekat adalah 17 Agustus besok. Harus menyempatkan diri karena pagi hari ke kampus, siangnya ke rumdin wabup. Itupun kalau toko bukunya buka.

Akhirnya saya 'ralat' kalimat saya tadi, "Ya nanti tak beliin. Tapi ya nunggu ada waktu luang dan tokonya buka dulu."

Adakah hal lain yang lebih menyedihkan selain membuat orang tua menunggu waktu luang kita?
‪#‎iToezAsks‬
_________

Izzatush Shobihah
15 Agustus pukul 11:23 · 

Advice of the day:
"Tuhan ciptakan berpasang-pasangan.
Kalau tidak berpasang-pasangan, bukan ciptaan Tuhan."
‪#‎iLingGets‬ ‪#‎AOTD‬
__________

Status FB 14 Agustus 2016


Izzatush Shobihah
14 Agustus pukul 14:48 · 

Paling males dah kalau ada komentar amatir bisa keposting.
"Kalau menterinya dari Muhammadiyah ya gitu, apa-apa gak dipikir dulu."
"Nih, pejabat kebanggaan HMI, pada korup semua!"

Hey, Bung! Saya bukan orang Muhammadiyah, juga bukan orang HMI, tapi saya tidak suka dengan komentar pembodohan yang Anda kirimkan.

Bagaimana kalau posisinya dibalik ke diri Anda sendiri? Anda yang jadi pejabat tapi rakyat Anda tidak mendukung ide dan sikap yang Anda anggap paling baik, lalu mereka menyebut organisasi yang Anda ikuti sebagai biang keladinya. Mau?

Never mention the institution, man!
Masih bagus mereka jadi pemegang amanah rakyat, lha situ? Megang amanah orang tua buat nyariin mereka menantu aja belum terlaksana. Iya toh? -_-

Sudahlah, hadapi dulu tenda biru, baru hadapi darah biru.
‪#‎iZzatQuote‬
__________

Izzatush Shobihah
14 Agustus pukul 14:09 · 

Secara personal, saya lebih senang mendapat kabar teman mau nikah daripada mendapat undangan walimahnya.
Kadang buwuh itu seperti diskon bagi penjual, Kisanak! :D
‪#‎iZzatQuote‬
_________

Izzatush Shobihah
14 Agustus pukul 13:53 · 

Yang pasti dari mendung adalah keteduhan, bukan hujan.
‪#‎iZzatQuote‬
________

Status FB 13 Agustus 2016 (Audisi UKM PSM)

Izzatush Shobihah menambahkan 2 foto baru.
13 Agustus pukul 14:29 · 

Jadwal agenda PSM.



___________

Status FB 12 Agustus 2016


Izzatush Shobihah
12 Agustus pukul 19:51 · 

Oknum yang bikin fitnah hingga salah paham itu keberadaannya seperti bayangan.
Tau caranya membunuh bayangan?
Kata Mr. Nobody di film Fast & Furious 7, "Sorotkan cahaya pada mereka!"
-------
Bukankah prioritas utama saat ban bocor itu dimana tempat tambal bannya, bukan dimana penabur pakunya?
‪#‎iToezAsks‬

*Hari ini 50% kasus klien pada bahas salah paham semua. Ck ck ck... Jinjayo?! -_- *
___________

Izzatush Shobihah membagikan kiriman Brilliant.org.
12 Agustus pukul 9:46 · 

Sekalinya dapet yang bisa bikin refreshing, ndilalah ngurutnya juuuaaauuuuhhhhh. Loncat 18 boooo'!!!

For Brilliant.org, JV R CQJC KARUURJWC? R MXDKC CQJC. :M


__________

Izzatush Shobihah
12 Agustus pukul 3:16 · 

Saat terancam, seringkali melindungi diri lebih baik dari menyerang.
Kecuali untuk urusan janur kuning atau tenda biru.
‪#‎iZzatQuote‬

Kamis, 11 Agustus 2016

Status FB 11 Agustus 2016


Izzatush Shobihah
11 Agustus pukul 14:19 · 

Membaca berita itu katanya harus cerdas. Pakai otak dulu, lihat dan dengarkan dari berbagai pihak, baru pakai hati. Kalau belum apa-apa (baca beritanya aja belum tuntas) tapi marah-marahnya meletup duluan, itu bukan salah media. Itu sama aja kita membodohi diri sendiri.

Berita polisi ganteng yang berhasil menarik perhatian netizen saat tragedi teror Sarinah kemarin, langsung mencuat. Mendadak pada naksir sampai punya hashtag sendiri, menjadikan si mas polisi sebagai teroris hati mereka, sampai lupa pada teroris yang sesungguhnya. Ndilalah kersaning Allah, lha kok yang ditaksir udah punya anak istri. Aishhh... Gwenchanayo?

Berita full day school belum tuntas, udah dibully aja tuh pejabat baru. Negara mana yang rakyatnya berani membully menterinya selain Indonesia? Welcome to Indonesia, Mr. Minister. -_-

Juga, berita guru ditonjok wali murid sampai mukanya berdarah, kurang dari seminggu udah muncul aja tuh profilnya si murid. Setelah banyak yang share, tiba-tiba ada info disertai bukti bahwa foto itu bukan foto si murid. Jiaaahhh!!! Ist alles OK bei dir?

Jangan salahkan media atas kejadian ini. Sekarang zamannya mencari solusi, bukan main emosi. Salahkan kita yang masih mau dibodohi diri sendiri karena tidak mau mengkonfirmasi dari berbagai sisi.

Coba kalau ada berita kayak gini:
"Lowongan: Anda ingin jadi polisi, tentara, pelaut, bidan, atau mungkin jadi dokter? Pengalaman tidak diutamakan. Segera hubungi kami!"

Akankah kita kecele lagi, padahal tulisan setelahnya berbunyi:
"TTD
Panitia Karnaval"?
‪#‎iToezAsks‬ ‪#‎iZzatQuote‬ ‪#‎iLingLearns‬
_________

Status FB 10 Agustus 2016


Izzatush Shobihah
10 Agustus pukul 13:35 · 

Masih males buat nyari nafkah?
Ingat, rezeki itu tergantung pada Tuhan, tapi istri tergantung pada rezeki.
‪#‎iZzatQuote‬ adaptasi dari ucapan Sukmo ‪#‎RepublikTwitter‬
__________

Izzatush Shobihah
10 Agustus pukul 9:40 · 

Meneladani sikap Ust. Arifin Ilham, tidak ada salahnya para bapak yang punya anak perempuan untuk menyambut lamaran nikah yang masuk. 
Kalau ada pria yang berniat baik untuk beribadah bersama putrinya, persilakan duduk dulu, tanyai dengan baik pula. Tak perlulah menginterogasi berbelit-belit, "Memangnya kamu siapa? Punya apa kamu berani menikahi anak saya?"
Kalau dia bawa test pack bergaris merah dua, bapak mau apa?
‪#‎iToezAsks‬
___________

Izzatush Shobihah
10 Agustus pukul 5:21 · 

Langkah pertama agar bisa sedekah dengan nominal lebih besar dari pendapatan bulanan adalah mengikhlaskan hadiah yang tertera pada SMS undian: "Selamat, Anda mendapatkan undian berhadiah uang tunai sebesar Rp75 juta dari bla bla bla..."

Biarkan saja! Ikhlaskan!
Siapa tahu dengan bersedekah, kita terhindar dari marabahaya.
Kejombloan, misalnya.
‪#‎iZzatQuote‬

*ikhlaskan undian --> bebas dari penipuan --> uang tabungan utuh --> biaya nikah aman --> siap ke rumah camer dan KUA*
__________

Selasa, 09 Agustus 2016

Status FB 9 Agustus 2016

Izzatush Shobihah menambahkan foto profil sementara.
9 Agustus pukul 15:52 · 

Sepenggal kejayaan untuk Nusantaraku. 
Dirgahayu Indonesia. ^_^

Ada yang bisa menebak lagu apa yang ada pada penggalan notasi paranada ini?

Hint: Baca judul dan aksara Jawanya.


__________

Izzatush Shobihah membagikan sebuah kenangan.
9 Agustus pukul 13:37 · 

4 tahun yang lalu
Lihat Kenangan Anda

Izzatush Shobihah
9 Agustus 2012 · 

Yang nyenyak ya, sayang..
Cukup mimpi bunda aja, gak usah perempuan itu lagi..

*suamiku ngos2an gara2 mimpi kuntilanak*
________

Izzatush Shobihah membagikan sebuah kenangan.
9 Agustus pukul 13:36 · 

2 tahun yang lalu
Lihat Kenangan Anda

Izzatush Shobihah
9 Agustus 2014 · 

Bukan karena mewahnya, tapi karena kematangan perencanaannya: persiapan ruang perpustakaan pribadi "seimbang" dengan ruang koleksi baju dan asesoris..
------------
Selalu kagum dengan siapapun yang menghargai buku dan ilmu yang ada di dalamnya.. :)


_________

Izzatush Shobihah membagikan sebuah kenangan.
9 Agustus pukul 13:35 · 

4 tahun yang lalu
Lihat Kenangan Anda

Izzatush Shobihah
9 Agustus 2012 · 

"...Padahal saya ini DUREN MATENG: DUda keREN MAnis dan ganTENG..."

-Cinta Bersemi di Putih Abu2-

*masya Allah! :D :D*
_________

Izzatush Shobihah membagikan sebuah kenangan.
9 Agustus pukul 13:35 · 

4 tahun yang lalu
Lihat Kenangan Anda

Izzatush Shobihah
9 Agustus 2012 · 

"Waduh, Mb Izzah, perutku kekenyangan.. Aku gaaalaaauuuu!!!!"

*sejak kapan galau menghinggapi orang yg makmur sentosa?*
_______

Izzatush Shobihah
9 Agustus pukul 5:56 · 

Sodara-sodara, khususnya yang paham hukum keluarga, ada pertanyaan nih. Nasab wanita muallaf itu ikut siapa, jika kedua orang tuanya juga ikut masuk Islam?

Kalau nyambung ke ayahnya, bukankah pernikahan kedua orang tuanya dulu tidak sesuai syari'at Islam?
Kalau nyambung ke ibunya, apakah itu berarti dia butuh wali hakim pas nikah nanti?
‪#‎iToezAsks‬
________

Izzatush Shobihah
9 Agustus pukul 5:32 · 

Haruskah kita bahagia melihat orang yang telah menyakiti kita sedang mengalami kesusahan? Itukah yang diajarkan Rasulullah?

...Wa jaadilhum bil latiy hiya ahsan...
Lawanlah kejahatan yang mereka lakukan dengan kebaikan kita.

Setidaknya kalau tidak mau membantu sebagai sesama manusia, mbok ya jangan menampakkan wajah sumringah atas musibah yang mereka alami.
-_-
‪#‎iZzatQuote‬ tentang banjir di Myanmar

Senin, 08 Agustus 2016

Status FB 8 Agustus 2016

Izzatush Shobihah
8 Agustus pukul 14:53 · 

Sensi itu mendengar orang tua yang berkata, "Anakku pintar, Mbak. Tahu bapak ibunya ini orang yang gak punya, makanya dia milih masuk SMK. Biar setelah sekolah bisa langsung kerja, bantu orang tua cari nafkah."

Uuuuhhhh... Ini bukan tentang SMK-nya, jangan salah paham! Murid saya banyak yang sekolah SMK, tapi bukan untuk cari kerja, melainkan untuk menciptakan peluang kerja. And they made it.

Ini tentang mental orang tuanya.
Kata seseorang yang saya kagumi, mental seperti ini adalah mental orang miskin, walau orangnya tidak termasuk miskin. Orang tua yang punya keinginan menyekolahkan anaknya untuk membantu hidupnya pada dasarnya tidak memiliki keinginan untuk memperbaiki kehidupan anaknya di masa yang akan datang.

Karena semiskin apapun orang tua, jika mentalnya adalah mental orang kaya, maka dia tidak akan mempedulikan seberapa besar biaya pendidikan si anak dan bagaimana cara mendapatkannya melalui jalur halal. Yang dia pedulikan adalah bagaimana kehidupan si anak nanti bisa lebih baik dari yang dia alami.

Allah...
Saya tidak berani membayangkan bagaimana doa anak saya bekerja, jika saya menjadi orang tua dengan mental miskin.
Bila dia berdoa, "Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku. Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku saat aku masih kecil," sementara yang saya lakukan saat dia masih kecil adalah perhitungan akan biaya pendidikannya, apakah pantas saya mengeluh jika nanti anak saya hanya memberikan biaya hidup saat saya tua? Tanpa perhatian, tanpa perawatan, hanya uang, lebih parah lagi masuk panti jompo? Ah... Jangan diteruskan.

Rabbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrata a'yun waj'alnaa lilmuttaqiina imaamaa...
Allah, izinkan kami menjadi orang tua bermental kaya, walaupun gaya hidup kami tetap sederhana.
‪#‎iLingWishes‬
__________

Izzatush Shobihah membagikan sebuah kenangan.
8 Agustus pukul 13:35 · 

Gus Jefri, masih ingat dengan percakapan ini? :D :D :D
Bahkan sampai saat ini tesis saya belum tau mau dibawa kemana, hihihihi.

1 Tahun Yang Lalu
Lihat Kenangan Anda

Izzatush Shobihah
8 Agustus 2015 · Jombang, Jawa Timur, Indonesia · 

Paling gak bisa ngadepi percakapan yang pake dalil..

"Pokoknya kalau aku nemui kesulitan pas garap tesis, aku minta bantuan pean ya, Bu Nyai, kan pean lebih ngerti dari aku."
"Jangan terlalu tawadhu', Gus! Tesisku aja belum aku sentuh, masa mau ngatur tesis pean? Itu namanya kabura maqtan 'indallahi an taquuluu maa laa taf'aluun."
"Lho, itu bukan kabura maqtan, tapi ta'aawanuu 'alal birri wat taqwaa. Bantu bikin tesis itu tolong menolong dalam kebaikan, Bu Nyai."
"Kok ta'aawanuu 'alal birri wat taqwaa? Aku malah ngerasa idzaa wussidal amru ilaa ghairi ahlihi fantadhiris saa'ah. Aku bukan ahlinya bikin tesis, Gus!"
"Udah, Bu Nyai, sesekali khairun naas anfa'uhum linnaas gitu!"

*terdiam, mungkin hatinya bilang, "Fa ayna tadzhabuun, Izzatush?"*
________

Izzatush Shobihah
8 Agustus pukul 10:38 · 

Sudah menjadi rahasia umum, untuk mendapatkan wanita masa kini, pria harus mau berjuang. 
Karena tanpa perjuangan***, besar kemungkinan orang-orang di sekitar perempuan itu akan menurunkan 'promosi' si pria.

*** PERJUANGAN: PERhiasan, baJu, Uang, Asuransi, tabuNGan, Aset perusahaan, dan warisaN.
‪#‎iZzatQuote‬
__________

Status FB 7 Agustus 2016

Izzatush Shobihah
7 Agustus pukul 15:21 · 

Kehormatan seorang supir ialah karena ia tak mampir-mampir.
‪#‎iZzatQuote‬ tentang ‪#‎kesetiaan‬
_______

Izzatush Shobihah
7 Agustus pukul 5:52 · 

Gara-gara kemarin sempet booming ada foto dua remaja sedang bercumbu di tempat umum pakai seragam sekolah, ada kalimat yang bikin telinga mmm... anu, mmm...

"Udah pake hijab kok kelakuannya kayak gitu. Mending gak usah pake hijab sekalian."

Ketawa aja sih denger kalimat tanpa solusi jitu itu. :D

Pertama, fashion oriented. Hijab bukan standar kebaikan. Hijab adalah salah satu upaya untuk menjadi lebih baik. Kalau pemakainya berbuat tidak baik, jangan sebut hijabnya. Cukup kelakuannya aja.

Kedua, attitude oriented. Pemakai hijab bukan berarti malaikat tanpa cela. Dia juga manusia dengan jutaan kesalahan, kayak kita nggak aja. Husnudh-dhon saja, dia sedang berusaha untuk memperbaiki masa lalunya. Kenapa cara mikirnya gak dibalik? "Ya Allah, udah berhijab aja kayak gitu, gimana pas gak berhijab dulu ya?"

Ah iya, satu lagi.
Kalau fungsi hijab adalah menutup aurat, agaknya kalimat "Mending gak pake hijab sekalian" bukan solusi yang tepat.
Gimana kalau kata 'hijab' diganti celana?
Bisa? ;)
‪#‎iToezAsks‬
__________

Status FB 6 Agustus 2016


Izzatush Shobihah
6 Agustus pukul 21:14 · 

Gerah punya anak yang gak pernah jadi juara?
Cek hierarki Maslow dari yang terendah sampai yang teratas ini:

1. Kebutuhan fisiologis, kayak bernafas, makan, minum, tidur, dan sebangsanya.
2. Kebutuhan rasa aman dan perlindungan, baik secara fisik maupun psikis.
3. Kebutuhan rasa cinta, semacam kasih sayang, persahabatan, kekeluargaan, penerimaan, de es be.
4. Kebutuhan akan harga diri, misalnya perasaan dihargai atau pengakuan dari orang lain.
5. Kebutuhan tertinggi: aktualisasi diri, seperti mendapat pengetahuan baru, memanfaatkan ilmunya, berguna bagi orang lain, meningkatkan kualitas diri, de es te.

Kalau misalnya ada ibu-ibu yang maksa anaknya berusaha keras untuk bisa jadi juara, bukan untuk meningkatkan ilmu ke level yang lebih tinggi, kira-kira kebutuhan si ibu itu masih nyampe nomor berapa ya? -_-

Tiap anak adalah juara.
Kalau mereka bukan juara, mereka tidak akan pernah lahir.
Bisa jadi mereka termasuk di antara sperma-sperma yang terbuang di kamar mandi itu.
‪#‎iZzatQuote‬
______

Izzatush Shobihah
6 Agustus pukul 14:34 · 

Sadarkah kita bahwa rasa bersalah yang ada dalam diri anak-anak atau siswa-siswi kita adalah hukuman yang cukup berat?

These are long words. Kalau gak betah, boleh skip.

Tadi malam, adik-adik yang belajar di rumah izin keluar sebentar. Pergi ke warnet, katanya. Ada 6 orang yang keluar. Saya izinkan, dengan dugaan positif mereka sedang mencari bahan untuk PR atau tugas sekolah mereka. Sebelum saya izinkan, saya wanti-wanti mereka untuk balik ke rumah saya jam 18.30 (mereka izin jam 18.10). Dan mereka menyanggupinya.

Sampai pukul 18.50 mereka belum juga balik. Ada info, katanya mereka pergi ke lapangan sepak bola, sekitar 200 m ke selatan rumah, bukan ke warnet seperti yang mereka ucapkan. Memang, sebagian dari wali murid adik-adik tersebut 'menitipkan' anak-anaknya untuk belajar di rumah saya bukan sekedar untuk belajar. Tapi juga agar aman dari pergaulan teman tetangga sekolahnya yang sudah mulai mencicipi narkotika. Setidaknya, kalaupun mereka tidak belajar hal baru, mereka ada di komunitas yang lebih aman.

Sekitar 3 menit kemudian, mereka datang. 
"Jam berapa harus nyampe sini?"
"Setengah tujuh, Mbak, hehehe," ucap salah satu dari mereka cengengesan.
"Jam berapa sekarang?"
"Hehehehe, iya, Mbak. Telat."
"Udah, gini aja." Saya ambil uang yang tadi mereka bayarkan dan saya kembalikan ke masing-masing mereka. "Silakan pulang, bawa uang kalian, biar nanti atau besok saya kasih tahu ibu kalian kalau kalian tidak disiplin dan tidak jujur. Izin ke warnet, tapi nyatanya ke lapangan." 
"Lho, kita gak ke lapangan, Mbak..." "Iya, Mbak, kita gak ke lapangan, sumpah!" "Buat apa sih, Mbak, kita ke lapangan gelap gitu?" "Mbak, ampun, Mbaaakk..."

And the story began...
Mereka langsung panik. Enam cewek SMP tersebut mulai gelisah. Sepertinya mereka berpikir keras bagaimana caranya agar saya tidak marah. *pede dikitlah*

Sambil mengoreksi PR adik-adik yang cowok, saya abaikan mereka yang tengah 'musyawarah' mencari jalan terbaik, walau dalam hati ingin tertawa. Tapi tetap saja, ada kalanya 'kepala sekolah' harus tampak garang.

Akhirnya mereka pamit pulang. Dengan kondisi yang belum saya maafkan dan PR yang belum dituntaskan, mereka izin minta salaman, seperti yang biasa mereka lakukan sebelum pulang. Dan saya tolak. Tahu apa yang terjadi selanjutnya? Ternyata mereka tidak benar-benar pulang sebelum benar-benar bersalaman dengan saya. Mereka masih berembug di depan rumah. Sampai-sampai mereka mendatangkan 'barang bukti' berupa teman seusia mereka untuk mendukung pendapat mereka.

Setelah rumah sepi dari adik-adik yang belajar, saya izinkan mereka masuk rumah. Kalau kasus ini tidak saya selesaikan malam itu juga, mereka bisa tidak sekolah keesokan harinya gara-gara kesulitan tidur nyenyak. Dan tahu bagaimana respon mereka?

"Hey, disuruh Mb Izzah masuk loh. Buruan!"
"Yes! Yes! Yes!" "Alhamdulillah...." "Hey, ayo masuk rek, nanti Mb Izzah marah lagi." "Iya, ayo buruan!"

Saya perhatikan mereka masuk satu per satu. Masih juga mengucapkan salam sambil melepas sandal seperti biasanya. Bedanya, kali ini mereka menunduk.

Tidak banyak yang saya bahas. Hanya memastikan sikap mereka tadi pantas dilakukan atau tidak. Dan yang saya tunggu akhirnya terjadi. Mereka jujur. Bukan hanya dari ucapan, melainkan juga dari wajah. Jujur tentang semuanya. Bahwa mereka tidak datang ke warnet, juga tidak ke lapangan. Bahwa tiga orang dari mereka cuma keliling desa agar tak mengantuk saat menunggu giliran belajar. Bahwa tiga sisanya ternyata menemui pacarnya untuk menyelesaikan masalah mereka. I could see the honesty inside. Bibir mereka sudah memucat, sepertinya darah mereka terfokus di otak. Mata mereka tak berkedip saat saya tanya. Yang pasti, mereka takut. Takut tentang apa? I tried to find out.

"Oke, gini aja. Kalian maunya gimana?"
"Tetep les di sini, Mbak." "Minta maaf, Mbak." "Mbak Izzah jangan marah." dan jawaban sejenis lainnya.
"Boleh. Kalian bisa tetep les di sini, tapi jadwal kalian mundur. Habis magrib nyampe sini, jam setengah 8 atau jam 8 udah di rumah. Nanti aku tanyai ibu dan tetanggamu kamu udah pulang apa belum. Gak boleh bawa hape sampai waktu yang gak ditentukan."
"Iya, Mbak. Gapapa, Mbak."
"Apa perlu aku beritahukan ke ibu kalian masing-masing?"
"Jangaaaannnn!!!" "Jangan, Mbaaakkk!!" "Mbak, ampun, Mbaaakkk!"
Hohoho, akhirnya ketemu juga toh apa yang mereka takutkan. ;)

Ending story, mereka sanggup dengan syarat apapun yang saya ajukan. Bahkan mereka mengajukan syarat sendiri. Selain tidak membawa hape, mereka juga sanggup untuk berangkat naik sepeda pancal, bukan motor kayak biasanya. Katanya, biar tidak keliling kampung lagi pas jam belajar. Berbagai kesepakatan mereka buat sendiri, sementara saya hanya berdiri sambil melipat lengan di depan dada.

Dan akhirnya, mereka bisa pulang setelah bersalaman tangan dengan saya sambil mengucapkan maaf. Saya lihat wajah mereka kembali menjadi wajah manusia, bukan lagi wajah vampir yang tidak punya darah.

Ini yang saya cari. Tidak perlu hukuman fisik untuk membuat remaja SMP/SMA jera. Cukup buat mereka merasa bersalah dan tidak mampu memaafkan diri mereka sendiri sebelum mereka menuntaskan masalahnya, itu jauh lebih menghukum mereka. Biarpun bisa ditebak, dalam waktu 1 bulan mereka akan membawa hape secara sembunyi-sembunyi, setidaknya mereka mengalami 'shock therapy' ini dalam hidup mereka.

Dan untuk membuat mereka merasa bersalah, kadang mengabaikan mereka adalah cara yang bisa dipertimbangkan. ;)
‪#‎iZzatQuote‬ ‪#‎iLingGets‬
_________

Izzatush Shobihah membagikan sebuah kenangan.
6 Agustus pukul 13:37 · 

WARNING!!
Saat engkau merasa dekat dengan Allah sejatinya engkau jauh dari Allah!

5 tahun yang lalu
Lihat Kenangan Anda

Izzatush Shobihah
6 Agustus 2011 · 

Senengnya bisa berada di lingkungan, waktu dan kebiasaan yg Islami kaya gini: serasa lebih dekat dg Sang Pengecat Tomat!
____________

Izzatush Shobihah membagikan sebuah kenangan.
6 Agustus pukul 13:35 · 

5 tahun yang lalu
Lihat Kenangan Anda

Izzatush Shobihah
6 Agustus 2011 · 

Mental terasi ditambah mental tempe ditambah mental cabe: jangan salahkan kalau kemudian lahir kata2 berbau sambal!
__________

Izzatush Shobihah membagikan sebuah kenangan.
6 Agustus pukul 13:35 · 

4 tahun yang lalu
Lihat Kenangan Anda

Izzatush Shobihah
6 Agustus 2012 · 

Alhamdulillah, bahasa di sini gak pake verb 1, 2, 3..

Jadi gak perlu ribet ngAPALin(V1)-ngIPULin(V2)-ngUPILin(V3).. :p
_________

Izzatush Shobihah membagikan sebuah kenangan.
6 Agustus pukul 13:35 · 

4 tahun yang lalu
Lihat Kenangan Anda

Izzatush Shobihah
6 Agustus 2012 · 

"Ayah gak nyesel nikahi bunda?"
"Mungkin.."
"Kok mungkin?"
"Mungkin menyesal kalo hidup tanpa bunda.."

*Siaga satu! :D*
________

Izzatush Shobihah membagikan sebuah kenangan.
6 Agustus pukul 13:35 · 

4 tahun yang lalu
Lihat Kenangan Anda

Izzatush Shobihah
6 Agustus 2012 · 

Ketawa lihat bapak&ade tanding push up habis buka puasa..
Emang ya, tanding dg generasi muda itu butuh energi prima.. :)
___________

Izzatush Shobihah memperbarui bionya.
6 Agustus pukul 6:03 · 

Make a deal first, we'll be friend then. Maaf, kalau mau berteman, silakan kirim pesan dulu.
____________

Status FB 5 Agustus 2016

Izzatush Shobihah
5 Agustus pukul 17:03 · 

Kita masih sering menuntut pasangan untuk tampil sempurna, sementara kita sendiri bukan makhluk sempurna?
Sadar yuk, Bang, Mpok!
Kita sedang hidup di zaman dimana kecantikan ditentukan oleh kamera dan ketampanan ditentukan oleh kendaraan.
‪#‎iZzatQuote‬
_____________

Izzatush Shobihah membagikan foto Classic FM.
5 Agustus pukul 14:15 · 

If life is like a piano, then we have the happy days more than the sad ones. So, what are we grieving for? ;)
‪#‎iZzatQuote‬



Classic FM
3 Agustus pukul 2:23 · 

(via youknowyoureabandgeek.tumblr.com)