Sabtu, 13 Februari 2016

Status FB 13 Februari 2016


Izzatush Shobihah menambahkan 2 foto baru — bersama Izzah Ling dan 2 lainnya.
13 Februari pukul 14:11 · 




Pagi ini, ada SMS masuk. Dari klien sekaligus sahabat saya. SMS sengaja diedit agar lebih mudah dibaca, esensi tetap sama. Ini pelajaran untuk semua generasi, termasuk saya sendiri. Yang kurang suka baca tulisan panjang, abaikan, tapi tetap hargai orang tua.

Dia: "Bunda lagi dimana? Aduh, Bun, kan sekarang aku lagi duduk di Kebon Rojo, lagi nunggu suami ngajar di Sunan Ampel dan di depanku ada kakek-nenek yang dimarah-marahin anaknya, digoblok-goblokin, dicaci-maki abis-abisan sama anaknya. Yang neneknya sampai nangis. Si anak gak mau ortunya ikut sama dia. Ya Allah, kasihan banget, Bun. Si kakeknya pingin tiduran tapi gak ada tempat tidur. Sekarang beliau berdua ditaruh di Kebon Rojo. Kasihan banget, Bun. Gak kerawat. Anaknya gak ada yang mau ngerawat."

Saya: "Sek, Nduk, aku masih kerja soale. Sekarang kakek-nenek itu masih di situ? Anaknya udah pergi?"

Dia: "Iya, Bun. Anaknya udah pergi. Si kakek badannya udah lemes banget, berkali-kali jatuh dari kursi, kepalanya njeduk ke lantai. Aku gak kuat ngangkat, Bun. Tadi sempet tak suruh ngangkatin orang, tapi abis itu jatuh lagi."

Saya: (antara kasihan dan waspada) "Punya uang buat beliin makanan ringan buat mereka? Cukup dikasihani aja, temani mereka, tetep SMSan sama aku. Kalau diminta uang, jangan dikasih dulu. Nanti kalau suami udah selesai ngajar, minta dia menghubungi dinas sosial di timurnya ringin contong atau PSRT baratnya SMA 2."

Dia: "Kalau makan, tadi udah abis makan, Bun. Nenek-nenek itu masih pegang nasi bungkus." (baca sampai kalimat ini, berasa pingin ketemu langsung sama anak mereka) "Aku gak tega, Bun. Si kakek ini kayaknya stroke juga pasti pingin baringan badannya pasti sakit semua, Bun. Bingung aku mau minta tolong siapa, tadi si kakek udah minta dipanggilin becak. Tapi kalau aku ngambil tindakan sendiri, ntar pas anaknya nyariin, aku yang disalahin, Bun. Tapi kalau dibiarin, gak tega lihat, jatuh-jatuh terus. Udah ngeluh badannya lemes semua. Katanya pengen baringan."

Saya: "Di situ gak ada tempat buat tidur-tiduran ta?"

Dia: "Gak ada, Bun. Gimana coba? Aku gak berani ngambil tindakan."

Saya: "Di situ ada lahan kosong? Maksudnya buat duduk di tanah gitu? Coba tanya orang-orang atau toko-toko sekitar ada yang punya glangsing/karung gak? Setidaknya buat alas aja."

Dia: "Apa tak panggilin becak aja ya, Bun?"

Saya: "Ada uang? Manggil becak buat tempat tidur mau apa mau kemana gitu?"

Dia: "Manggil becak buat ke rumah adiknya katanya, Bun."

Saya: (masih waspada) "Mereka bawa uang? Atau pean bawa uang? Tanyakan mereka bawa uang berapa. Jangan tunjukkan ke mereka kalau pean bawa uang. Kalau uang mereka cukup, gapapa panggilin aja."

Dia: "Aku udah minta tolong ke tukang parkir, Bun. Dibantu bapak-bapak yang lain, tak gelarin karpet di depan musholla."

Saya: "Yang nolong berapa orang? Musholla di sebelah mana? Ke sananya dipapah apa jalan sendiri?" (pertanyaan gak penting, hanya memastikan klien saya tetap dalam kondisi aman)

Dia: "Musholla yang deket lapangannya itu, Bun. Ada 3 orang. Tadi diangkat semua karena si kakek ini stroke, badannya luka-luka. Si nenek matanya udah gak jelas. Jalannya juga puelan-pelan, jadi digendong semua."

Saya: (agak lega) "Sekarang gimana?"

Dia: "Sekarang si kakek lagi tiduran, Bun."

Saya: (sifat protektif muncul lagi) "Banyak orang di situ? Ada siapa aja."

Dia: "Sekarang sama aku tok, Bun. Yang 2 orang lagi nyari anaknya."

Saya: "Itu tadi ditinggal anaknya kemana?"

Dia: "Gak tau, Bun. Dicari gak ketemu. Katanya ditinggal pulang tadi."

Saya: "Ya Allah, suami pulangnya jam berapa? Udah bilang ke dia?"

Dia: "Dia sampai siang, Bun. Ini aku baru bisa SMSan sama dia. Lagi bikin soal buat ujian. Setidaknya kakek ini sekarang bisa tidur, Bun. Kecapekan mungkin." (tidak lama kemudian, klien saya ini mengirim foto di inbox Facebook) "Tadi duduk di kursi itu, Bun. Berkali-kali jatuh kepalanya, kejedug di lantai. Sekarang udah bisa tidur."

Saya: "Ya Allah, trus sekarang gimana?"

Dia: "Ya Allah, Bun... Sekarang si kakek ini minta bangun, Bun. Aduh repot juga, Bun. Tidur punggungnya panas, tapi duduk juga gak kuat. Barusan duduk, terus ambruk lagi ke tanah. Terus aku minta tolong lagi ke orang buat ngangkat lagi, ditidurin lagi. Sekarang minta bangun lagi. :( "

Saya: "Udah tanya-tanya ke si nenek kenapa anaknya sampai gitu ke mereka?"

Dia: "Belum, Bun. Tadi aku sama suami mau ke dinas sosial tapi kata tukang parkir, anaknya tadi lagi ngurus panti jompo, mau ditaruh di panti, Bun."

Sampai di percakapan ini, saya langsung terhenyak. Berkurang sudah kewaspadaan saya karena khawatir kalau kakek-nenek tadi bukan orang baik-baik. Dan langsung mencari jawaban atas pertanyaan yang beterbangan di otak: Apa yang mereka perbuat semasa muda hingga anaknya berbuat demikian kepadanya?

Tiba-tiba berbagai asumsi muncul.

Pertama, datang dari ingatan akan nasehat adik saya yang kurang lebih mengatakan begini, "Jika anakmu nanti berdoa untukmu, 'Ya Allah, maafkanlah aku dan kedua orang tuaku, sayangilah mereka sebagaimana menyayangiku di waktu kecilku' sementara kau menyayanginya dengan baik, maka kau layak mendapatkan kasih sayang yang baik pula dari Allah. Tapi, kalau sejak kecil anakmu kurang mendapat kasih sayang darimu, jangan protes kalau Allah sayangnya ke kamu juga cuma segitu." 
Asumsi 1: kakek-nenek tadi menyayangi anaknya 'hanya segitu' sehingga yang mereka dapatkan juga 'gak lebih dari segitu'.

Kedua, datang dari kisah di sebuah buku (judulnya Hikmah dari Seberang terbitan Pustaka Zawiyah, lupa halaman berapa, bukunya udah masuk kardus soalnya) tentang sepasang manusia yang membentak ayahnya di hadapan si anak (cucu sang ayah) gara-gara mangkok sang ayah jatuh dan pecah, sehingga mereka membuatkan mangkok kayu agar tidak pecah saat jatuh. Suatu hari, saat sang ayah menjatuhkan mangkok kayunya dan pecah lagi (karena saking seringnya jatuh), pecahan mangkok itu dipungut oleh sang cucu dan disusun agar bisa membentuk mangkok utuh lagi. Dia ditanyai oleh orang tuanya yang dulu pernah membentak kakeknya itu. "Sedang apa, Nak?" tanya mereka. Anaknya menjawab dengan lugu, "Sedang menyiapkan mangkok untuk ayah dan ibu saat tua nanti." 
Asumsi 2: Kakek-nenek di atas pernah bersikap tidak baik kepada orang tuanya dan sikap itu disaksikan langsung oleh sang anak, sehingga anaknyapun mencontoh sikap tersebut.

Ketiga, datang dari Al-Quran. Yang ada potongan ayat amwaalukum wa awlaadukum fitnah. Barusan searching, ternyata Al-Anfal ayat 28: ”Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.” 
Asumsi 3: Kakek-nenek tersebut adalah orang baik-baik yang keimanannya sedang diuji oleh Allah melalui kelakuan anak-anaknya.

Tiga hal yang saya pelajari dari SMS sahabat yang usianya jauh lebih muda dari saya ini: jika saya tidak ingin mengalami apa yang dialami kakek-nenek tadi, (1) saya harus memperlakukan orang tua dengan layak, (2) harus menyayangi serta mendidik anak dengan sebaik-baiknya, juga (3) harus siap diuji oleh Allah melalui keturunan yang 'berbeda'.

Allah, jadikan mereka dan kami pribadi yang kuat menghadapi ujianMu, seberat apapun itu.
#‎iZzatQuote‬ ‪#‎iLingPrays‬
___________

Izzatush Shobihah
13 Februari pukul 9:53 · 

Iya, saya dukung LGBT. Lelaki Ganteng Bininya Tiga.
------
Right now, I'm a boy, dude! I bet am handsome more than you.
_____________

Izzatush Shobihah membagikan foto Pottermore.
13 Februari pukul 8:00 · 

19 tahun kemudian, berarti Harry udah punya anak Albus Severus Potter yang dianter ke Hogwarts Express itu ya?



Foto Pottermore.
PottermoreSukai Halaman
10 Februari pukul 21:08 · 

We are thrilled to announce an exciting new publishing programme from J.K. Rowling’s Wizarding World: pottermo.re/CCRSE

‪#‎HPScriptBook‬
_____________

Izzatush Shobihah membagikan foto Faro Kazehaya.
13 Februari pukul 7:54 · 

Jika dia posting ini pada tanggal dan jam yang sama dengan postingan saya tentang Valentine kemarin, sepertinya kita bisa ngopi bareng, Kisanak. :)


____________

Jumat, 12 Februari 2016

Status FB 6-12 Februari 2016


Izzatush Shobihah membagikan video Selamat Pagi Indonesia.
12 Februari pukul 16:29 ·

Ketika bule menggoreng krupuk, apa pesan mereka?
"Be careful because they're aggressive!"

Perhatikan juga bagaimana ekspresi mereka saat makan ote-ote (kayaknya itu yang merah wortel ya, bukan udang) dicampur sambal (?) yang teksturnya sangat 'rough'. :D (y)

23.261 Tayangan

Selamat Pagi Indonesia menambahkan satu video.Sukai Halaman
5 Februari pukul 20:58 ·

Indonesia itu unik + ramah dan ketika para bule berkunjung ke indonesia mereka pasti suka makanan dan tradisi kita.
_________

Izzatush Shobihah
12 Februari pukul 12:15 · 

HARI VALENTINE + 14 FEBRUARI + COKLAT + BUNGA = HARAM?

Gak ada yang salah dengan hari Valentine. Urusan sejarah apa yang terjadi pada seseorang bernama Valentino, Valentina, Valentini, dan siapapun namanya, itu perkara lain. Itu urusannya sama Allah. Kita cukup belajar dari sejarah mereka. Belajar dari kesalahan mereka. Usia kita gak bakal cukup untuk melakukan kesalahan yang pernah dilakukan orang lain. Gak perlu ikut ngurus, gak perlu ikut campur, apalagi ikut-ikutan atau mengulangi kesalahan yang mereka lakukan. Kayak gak punya urusan yang lebih penting aja.

Gak ada yang salah dengan 14 Februari. 14 Februari gak jauh beda dengan 17 Agustus. Itu cuma tanggal. Kecuali 11 Juli. Itu baru tanggal lahir Izzatush.

Juga gak ada yang salah dengan cokelat. Gak ada yang salah dengan bunga mawar. Jadi gak perlulah kasih 'kutukan' (baik itu pake Imperius, Cruciatus, atau Avada Kedavra) ke coklat sama mawar! Kalau ada yang ngasih coklat, terima aja. Anggap mereka lagi sedekah. Kalau suka ya dimakan, kalau gak suka ya kasih aja ke orang lain. Kalau ada yang ngasih mawar, terima aja. Lumayan buat nyekar. Kalau gak ada yang ngasih, ya syukur(in). Kalau mereka ngasih coklat atau bunga trus minta jawaban, kasih aja kunci jawabannya. Hidup memang ruang ujian, Kisanak! Kadang kita boleh berbagi jawaban yang sama selama gak nyalahi aturan (lebih tepatnya gak ketahuan). Percayalah!

Kalau gak ada yang salah dengan hari Valentine, 14 Februari, coklat sama bunga, lalu kenapa diharamkan? Sesuatu disebut haram bila dia dikenai pekerjaan. Daging babi (lagi-lagi harus pake contoh babi) gak akan jadi haram kalau gak dimakan. Hari Valentine (mestinya) juga gitu. Dia tetep gak haram kalau kita gak ngelakuin dosa di dalamnya. Seks di hari Valentinepun boleh kalau ngelakuinnya sama suami sendiri.

Bilangnya "I'm Moslem. Say NO to Valentine's Day" tapi secara terselubung masih dukung juga. Tuh di hape masih SMSan sama pacar, BBMan sama selingkuhan, WAan sama 'langganan', disuruh nikah ogah-ogahan. Priben toh? *sigh*

Lebih lucu lagi, menolak hari Valentine dan menganggap mereka yang merayakannya termasuk kafir dan sesat hanya gara-gara dia gak dikasih coklat sama temannya. Pasti ini anggota GAFATAR: Gerakan Fakir dan Anak Terlantar? Beli ndiri napa! -_-

Kalau 14 Februari diharamkan, bilang sama pihak percetakan almanak, suruh hapus tanggal 14 Februari biar gak muncul lagi di kalender. Gitu aja kok repot.

Mmm, satu lagi. Kalau boleh usul, gimana kalau nolak hari Valentine-nya dengan menjadi Venganten? Konon, akad lebih lezat dari coklat loh. Ditambah lagi, hawa-hawa gini kayaknya cocok buat berkembang biak.
------------
Secara pribadi saya tidak begitu peduli dengan hari Valentine karena dia tak punya pengaruh apa-apa buat saya. 
Tapi saya tidak setuju dengan mereka yang mengajak orang lain ramai-ramai menghujat hari Valentine tapi enggan membenahi diri sendiri.
Tak ada kehormatan bagi mereka yang menjatuhkan orang lain hanya agar dianggap lebih tinggi. Reckon!
#iZzatQuote #iToesAsks #iLingOpinion
___________

Izzatush Shobihah
12 Februari pukul 9:29 · 

Lahir dari keluarga Islam itu ketentuan.
Menjadi wanita shalihah itu pilihan.
‪#‎iLingGets‬
___________

Izzatush Shobihah
11 Februari pukul 13:28 · Disunting · 


Tulisan kecil di bawah pangkon itu hanya paraf. Jadi tak perlu dibaca keseluruhan sebagai Muhammad Izzah.
Yang nulis ini masih berevolusi jadi wanita sesungguhnya. Mohon doanya semoga shalihah.
___________

Izzatush Shobihah
10 Februari pukul 16:27 ·


____________ 

Izzatush Shobihah
10 Februari pukul 14:30 · 

Mereka bilang, "Ada dua tipe wanita: menunggu di puncak atau ikut mendaki dari bawah."
Mungkin mereka lupa tipe ketiga: Menunggu didaki dari bawah.
‪#‎iZzatQuote‬
____________

Izzatush Shobihah
10 Februari pukul 12:42 · 

Mmmm, apakah tanda hormat itu dari sebatang cokelat, bukan dari seperangkat alat shalat?
‪#‎iToezAsks‬
___________

Izzatush Shobihah
10 Februari pukul 10:32 · 

"Being still and doing nothing are two very different things."
Bersikap tenang dan tidak melakukan apa-apa adalah dua hal yang sangat berbeda.
-Mr. Han to Xiao Dre, Karate Kid movie-
____________

Izzatush Shobihah menambahkan 2 foto baru.
9 Februari pukul 13:48 · 




Tiga hal yang membuat Imlek kemarin jadi lebih dari sekedar liburan:
-Bermain sepuasnya dengan si kecil, dari jemur kasur bersama hingga main bubble bareng-bareng.
-Nyemil satu buku lawas tentang kisah-kisah mereka yang berusia matang tapi belum juga bertemu jodohnya. Really helps me to understand some 'people' out there.
-Ngasah pensil untuk transliterasi lirik lagu Korea yang entah bagaimana ceritanya, kertas berisi lirik lagu ini ditemu ibu dan dikira kertas petunjuk penggunaan obat. I think she found difficulties to distinguish which is Korean, Chinese, or Japanese letters. Untung gak sampe dibuang. -_-
Sejak saat itulah, kalau mau ngasah pensil, per lembar harus diisi berbagai aksara, udah kapok dikira kertas petunjuk obat herbal lagi.

By the way, gong xi fa chai, wan se ru yi, sen thi cien khang. :)

NB: yang nyari lirik lagunya Masha yang episode cegukan, tuh tinggal baca di kertas yang selembar 3 aksara (gambar kiri), di barisan kiri atas (di bawah tulisan Russian).
____________

Izzatush Shobihah
6 Februari pukul 16:13 · 

Gak ngunune seh, Nduk!
Uripmu kok madep mburi terus, ora tau madep ngarep.
Sakjane kowe iki manungsa ta spion?
*ketika sang 'spesialis' masa lalu curhat kembali*

Jumat, 05 Februari 2016

Status FB 4-5 Februari 2016

Izzatush Shobihah
5 Februari pukul 16:08 · 

Tidak semua bisa "Jomblo Sampai Halal", karena bisa jadi cuma "Jomblo Sampai Ajal".
*barusan ada yang posting di Instagram*
________

Izzatush Shobihah
5 Februari pukul 15:57 · 

"Kita mau jadi time teller atau clock builder?"
-Ary Mohtar P., 5 Februari 2011, di Aula IKAHA Tebuireng Jombang (belum jadi UNHASY)-

Mmmm, bedanya apa sih? Udah lupa ini. :/
___________

Izzatush Shobihah menambahkan sebuah video baru: Video Hari Pertemanan.
5 Februari pukul 14:54 · 

Kami akan selalu mencuri ilmu sampeyan, Mas Mark. Bahwa konsumen perlu diperlakukan istimewa seperti keluarga, bukan semata seperti pakaian: ada atasan, ada bawahan. :)
‪#‎iZzatQuote‬ ‪#‎friendsday‬
____________

Izzatush Shobihah
5 Februari pukul 14:12 · 

Makhluk yang disebut wanita itu membahayakan. Berhati-hatilah memperlakukannya. Jangan sembarangan menyakiti.
Lihat itu si Anida. Hanya lewat tetesan kopi saja dia bisa menyetorkan nyawa peminumnya.
Apalagi si Anita, si Amira, si Izzatush,....

*jangan terlalu serius dan abaikan nama terakhir*
__________

Izzatush Shobihah
5 Februari pukul 13:48 · 

Santri itu ibarat paku, seperti yang guru kami nasehatkan, yang harus bersedia tidak terlihat untuk bisa memberi manfaat.
Namun, jika santri masih muncul, terkenal, perannya 'terdeteksi' di permukaan masyarakat, maka 'pukullah' santri itu .
Tidak harus sampai tak terlihat, cukup digetok saja. Sampai stabil, kuat, tak tergoyahkan.
Siapa tahu santri yang seperti ini akan menjadi tonggak sejarah dunia.
‪#‎iZzatQuote‬

*nyari paku buat cantolan kalender*
__________

Izzatush Shobihah
4 Februari pukul 10:19 · 

Pertama kali lihat tanda tangan beliau, yang jelas tampak adalah pertimbangan yang matang dalam mengambil keputusan.
Bandingkan dengan pendapat Kusuma Prabandari, CMHA di Brillio berikut. :)

https://www.brilio.net/news/mengenal-karakter-presiden-jokowi-dilihat-dari-tulisan-tangannya-160112c.html
.

__________

Izzatush Shobihah
4 Februari pukul 9:25 · 

Ah, Kawan. Haruskah saya tulis kembali status perkara halal-haram itu?
Ada jilbab bersertifikat halal, telisik dulu! Halalnya kenapa dan untuk apa? Untuk dipegangkah? Untuk dimakankah? Untuk dipakaikah? Untuk dibakarkah?
Karena babipun tetap halal kalau hanya dilihat, bukan dimakan.

O ya, satu lagi. Itu halalnya karena sertifikat atau karena ada tulisan halal di jilbabnya? 
‪#‎iZzatQuote‬ ‪#‎iLingDiscuss‬ ‪#‎iToezAsks‬

Rabu, 03 Februari 2016

Status FB 2-3 Februari 2016

Izzatush Shobihah
3 Februari pukul 14:11 · 

"Mb, aku cari calon suami yang tampan, dari keluarga kaya, dan gajinya minimal Rp50 juta sebulan. Tapi kok gak dapet-dapet ya, Mb? Padahal aku loh gak kalah cantik dibanding artis-artis Korea."
"Mohon maaf, Mb. Daripada fokus mencari suami dengan gaji Rp50 juta sebulan, gimana kalau Mb sendiri fokus mendapatkan gaji Rp50 juta sebulan? Wanita yang mencari pria kaya biasanya bukan tipenya pria kaya loh, Mb. Mau bukti? :) "

Dasar manusia!
Pinginnya memiliki, bukan menjadi. -_-
__________

Izzatush Shobihah
3 Februari pukul 10:36 · 

"Bagaimana usahanya, Mb?"
"Masih merintis, Pak."
"Kalau merintis, coba dikasih bedak antigatal, Mb. Biar cepet sembuh."
‪#‎iLingListens‬ ‪#‎CrossCultureUnderstanding‬
___________

Izzatush Shobihah membagikan catatannya.
3 Februari pukul 10:09 · 

Izzatush Shobihah menerbitkan sebuah catatan.
5 Oktober 2013 · 

Songs of Classic Orchestra for My Kid
Bach Bourree in E Minor
Bach Brandenburg Concerto no.3: I
Bach Cello Suit no.1
Bach Minuet in G
Bach Toccata and Fugue in D Minor
Beethoven Moonlight Sonata
Beethoven Symphony no.7: II
Beethoven Symphony no.9: Ode to Joy
Beethoven Symphony no.9: II
Bizet Carmen: Habanera
Bizet Carmen: Les Toreandors
Boccherini Minuet
Brahms Hungarian Dance no.5
Brahms Lullaby
Chopin Funeral March
Copland Fanfare for The Common Man
Debussy Suite Bergamasque: Clair De Lune
Delibes Sylvia: Pizzicato
Dukas Sorcerer's Apprentice
Dvorak: Symphony no.9: From New World
Fucik: Entry of the Gladiators
Grieg Piano Concerto
Grieg Peer Gynt: Morning Mood
Handel Solomon: Arrival of the Queen of Sheba
Handel Walter Music: Alla Hornpipe
Holst Planets: Mars, The Bringer of War
Jenkins Palladio: Allegreto
Kachaturian Gayane: Sabre Dance
Liszt Liebestraum no.3
Mozart Magic Flute Overture
Mozart Magic Flute: Queen of The Night
Mozart Piano Concerto no.21
Mozart Piano Sonata no.16
Mozart Piano Sonata no.11: Rondo Alla Turca
Mozart Requiem: Lacrimosa
Mozart Symphony no.40: I
Ponchielli La Gioconda: Dance of The Hours
Prokofiev Romeo and Juliet: Montagues and Capulets (Dance of The Knights)
Puccini Turandot: Nessun Dorma
Ricketts Colonel Bogey March
Rimsky-Korsakov Tale of Tsar Saltan: Flight of The Bumblebee
Rossini Barber of Seville Overture
Saint Saens Carnival of the Animals: Finale
Sousa The Washington Post
Strauss Radetzky March
Strauss Tritsch Tratsch Polka
Suppe Light Cavalry Overture
Tchaikovsky Swan Lake: Scene
Tchaikovsky Nutcracker: Tea (Chinese Dance)
Tchaikovsky Nutcracker: Dance of The Sugar-Plum Fairy
Verdi Requiem: Dies Irae
Verdi Rigoletto: La Donna E Mobile
Vivaldi Four Seasons: Winter
Wagner Lohengrin: Bridal Chorus
Waldteufel Skater's Waltz

Si adik lagi belajar duduk, udah jago melet lo! Dukun mah kalah!Si adik lagi belajar duduk, udah jago melet lo! Dukun mah kalah!

_________

Izzatush Shobihah memperbarui foto sampulnya.
3 Februari pukul 10:01 · 



Another day with personnel of the band. No idea what the name. Ganteng-ganteng semua kan? :D
A boy with a little car in his hand is the next top violinist. ;)
___________

Izzatush Shobihah
3 Februari pukul 9:22 · 

"Untuk kriteria calon suami, saya lebih suka calon suami yang tipenya seperti maling: sedikit bicara, banyak bekerja."

Tapi kenapa harus maling gitu? :/
‪#‎iToezAsks‬
___________

Izzatush Shobihah
2 Februari pukul 15:55 · 

Saudara-Saudara, di Jombang sini yang jualan snack Roka-Roka di daerah mana ya? Di sekitar Pasar Legi ada gak?
*ngidam*
______________

Izzatush Shobihah membagikan foto Program Pascasarjana Unhasy Tebuireng Jombang.
2 Februari pukul 11:17 · 

Sekitar 5-6 tahun yang lalu sempat 'ditolak' -dengan alasan sudah ada Masjid Ulil Albab dan musholla kampus-, kini usulan pembangunan masjid kampus akhirnya menjadi amanat baru. :)
Terima kasih telah mewujudkan harapan kami yang saat ini sudah menjadi alumni. :)



Foto Program Pascasarjana Unhasy Tebuireng Jombang.
Program Pascasarjana Unhasy Tebuireng Jombang
Kemarin pukul 11:04 · 

Dr. Mif. Rohim, M.A kemarin (31/1) resmi dilantik sebagai Wakil Rektor III. Dalam amanatnya, Rektor UNHASY Dr Hc Ir KH Salahuddin Wahid berpesan untuk mewujudkan pembangunan Masjid sebagai sentral pengembangan pendidikan dan kompetensi Mahasiswa, selain itu peningkatan mutu dan quality Jurnal.
Wakil Rektor III Dr. Mif. Rohim, M.A menyambut positif amanat tersebut. Dr. Mif. Rohim, M.A optimis bersama dengan seluruh jajaran dan keluarga besar Unhasy bisa mewujudkan cita-cita tersebut.
Bersamaan dengan itu, Pimpinan Program Pascasarjana juga dilantik. Dr. H Imam Sukardi, M.Ag menggantikan Dr. H. Imron Arifin, M.Pd sebagai Direktur Pascasarjana, dan Dr. Rofiatul Hosna, M.Pd menggantikan Drs. Makinuddin, M.Ag sebagai sekertaris Pascasarjana. Semoga sukses kepemimpinan tersebut, membawa progresifitas pada Universitas Hasyim Asy'ari. :)

Selasa, 02 Februari 2016

Status FB 25 Januari-2 Februari 2016

Izzatush Shobihah
2 Februari pukul 8:48 · 

Cari Allah dulu untuk bersujud sebelum cari manusia untuk bersandar.
‪#‎iLingGets‬ ‪#‎noideawhosaidit‬
__________

Izzatush Shobihah
1 Februari pukul 15:47 jam · 

Mereka memanggil kita "Gus" atau "Ning" belum tentu karena kita layak dipanggil begitu.
Bukankah tidak menutup kemungkinan kita adalah pribadi yang terlalu hina hingga mereka berharap kita bisa sebaik panggilan itu?
‪#‎iZzatQuote‬
____________

Izzatush Shobihah
1 Februari pukul 12:31 · 

Niat ingsun munggah(i) kaji. -_-
____________

Izzatush Shobihah
30 Januari pukul 22:54 · 

"Sekolah: Kawasan tanpa rokok" adalah bentuk halus dari "Rokok: Kawasan tanpa sekolah".
‪#‎iZzatQuote‬
_____________

Izzatush Shobihah
30 Januari pukul 20:41 · 

Ah, Kawan, mengalah dan menyerah itu beda tipis.
Mengalah memperjelas yang berjaya.
Menyerah memperjelas yang kalah.

Boleh mengalah, tapi jangan menyerah, termasuk untuk menikah! :)
‪#‎iZzatQuote‬
______________

Izzatush Shobihah
29 Januari pukul 13:41 · 

Kami tidak diajari untuk mendapatkan nilai ujian nasional atau IPK di atas standar. Kami juga tidak diajari untuk menjadikan pujian atasan sebagai standar keberhasilan. Jadi, tidak masalah berapapun angka di ijazah atau rekening kami. Tidak masalah juga berapa istri yang kami nikahi.

Yang mereka ajarkan kepada kami adalah mencari solusi dan memberi jawaban kehidupan. Mencari solusi untuk persoalan versi mereka. Memberi jawaban untuk pertanyaan versi mereka pula. Segala pertanyaan. Mulai pertanyaan umum seperti, "Bagaimana pendapat Imam Syafi'i jika seorang suami tidak sengaja menelan air susu istrinya, apakah sang suami menjadi anak sepersusuan si istri?", pertanyaan menengah seperti, "Lapangan pekerjaan apa yang sudah kamu persiapkan untuk membuktikan bahwa kamu bisa bermanfaat untuk sesama?", hingga pertanyaan sulit seperti, "Budi membeli 3 permen seharga Rp1.000,00 tiap permen. Jika permen tersebut dibayar dengan uang Rp5.000,00, berapakah kembalian yang diterima Sudin?"

Karena bagi mereka, kesuksesan kami tidak ditentukan dari angka. Kesuksesan kami adalah ketika kami berhasil menjadi hambaNya. Bukan hamba manusia. Bukan pula hamba makhluk lainnya. :)
‪#‎iZzatQuote‬
__________

Izzatush Shobihah
28 Januari pukul 15:47 · 

"Menikah di usia muda ibarat makan nangka: yang makan merasakan manisnya, yang mencium baunya ikut merasakan sedapnya."
"Kalau menikahi janda muda?"
"Mmmm... Menikah dengan janda muda ibarat minum kopi luwak: biarpun bekas makhluk lain, tapi harga dan kenikmatannya tak ada tandingannya. Bahkan yang sekedar mencium uapnyapun ikut membayangkan betapa sedap aromanya."
"Berarti ada persamaannya tuh: manusia cenderung tertarik dan penasaran dengan sesuatu yang belum 'tampak'. Cuma mencium aroma nangka atau uap kopi luwak aja udah membayangkan kelezatannya."
"Ya itulah untungnya mengapa Allah gak bisa dilihat oleh makhluk macam kita. Setidaknya itu membuat kita 'penasaran' untuk selalu mencariNya."

Ada yang mengalami seperti yang otak saya alami di atas? Awalnya membahas hal biasa (dalam hal ini menikah), menyambung jauh kemana-mana, endingnya selalu 'njujug' ke Allah?
‪#‎iToezAsks‬
___________

Izzatush Shobihah membagikan foto Moch Djerdjis.
27 Januari pukul 14:49 · 

Berarti kalau kita yang cewek-cewek ini punya paman yang jadi suami dari bibi kita, sementara saudara bapak/ibu kita adalah sang bibi (bukan sang paman), maka wudhu kita batal jika kita bersentuhan dengan sang paman, karena sang paman bukan mahram, gitu ya?
‪#‎iToezAsks‬



Foto Moch Djerdjis.
Moch Djerdjis
24 Januari pukul 20:15 · 
#‎YUK_BELAJAR‬
TENTANG MAHROM
___________

Izzatush Shobihah
27 Januari pukul 3:47 · 

Mereka masih berkonsentrasi ke ponsel saat orang tua menasehati itu hal keren?
Chill!
It's not a bad dream. It's just a nightmare.
‪#‎iZzatQuote‬
____________

Izzatush Shobihah membagikan video Faruk Ramzi.
26 Januari pukul 14:12 · 

Apakah Allah juga seperti ini? Bila kita sering menyapaNya dalam shalat, dia akan 'mencari' kita saat kita meninggalkan shalat? Bila kita jarang atau hampir tidak pernah menyapaNya dalam shalat, maka dia juga tidak akan 'menganggap' kita ada?
‪#‎iToezAsks‬
__________

Izzatush Shobihah
26 Januari pukul 9:21 · 

Entah mimpi apa semalam. Pagi ini tiba-tiba ada yang ngirim inbox.

Dia: Hai

Aku: Siapa?

Dia: Q *nama disensor* bole ta'aruf

Aku: Wuik? Ta'aruf buat apa dulu nih?

Dia: Ta"aruf buat keseriusan dalam rumah tangga

Aku: Sudah lihat profilku?

Dia: Alkhamdulilah blum (Tidak lama kemudian)
Alkhamdulilah skr sudah
Gmana slanjutx. Mau g

Aku: Kalau mau ta'aruf, kenali dia dulu dari luar. Baca profilnya. Baca latar belakang keluarganya. Lihat latar belakang pendidikannya. Selidiki bagaimana budayanya. Wanita gak suka diberi pertanyaan. Kalau mau cari istri, pastikan dia sedang tidak bersuami. Kalau mau cari perawan, pastikan dia tidak memiliki anak. Jadi pria itu yang cerdas gitu lo, jangan mau dikalahkan oleh wanita. Dalam hal prinsip, apalagi finansial.
---------
Maaf kawan, aku masih belum tertarik untuk memiliki suami lebih dari satu.
Betewe, kalau pingin tau siapa orangnya, silakan hack FB saya. Tapi, izin dulu ya dan jangan disalahgunakan. :)
___________

Izzatush Shobihah bersama Farid Hamimuddin dan 16 lainnya.
26 Januari pukul 8:51 · 



Dunia memang tak selebar daun kelor, tapi tak sesempit daun turi. 
Ketika sang sahabat berencana menikah dengan sesama preman saat KKN, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah mendoakan mereka.
Baarakallahu laka wa baaraka 'alaika wa jama'a baynakumaa fii khayr.
Semoga setelah ente berdua nikah nanti, kita bisa kembali mangkal bersama-sama lagi. :p

Happy wedding, Jayanti dan Mas Irsyad. <3 p="">
Lain kali kalau ngundang, gak usah pake gelar selain "Emake Willy" ya. Isin aku. -_-
_____________

Izzatush Shobihah membagikan video Trootz.
25 Januari pukul 17:09 · 

There are people who have money and people who are rich.
He teaches us. Money doesn't make you rich. Attitude does. (y)
_____________