Sabtu, 15 Mei 2010

Kantuk

Lapar kehidupan

Menyeringai tajam bagai jarum onak

Memangsa segalapun terancam

Menganga hingga lambung jiwa terantukkan



Bersihnya Gangga

Membasuh cangkir dan teko mata nurani

Menjernihkan kampas hati

Setapak lalu menghilang pula ombak kotoran

Hingga lupa



Laparnya kehidupan terbanting Gangga

Menghapus seluruh tahajud menjadi dosa dhuha

Saat teringat dalamnya lupa

Terbangunlah dari angan

Dan tersadarlah bahwa adzan menggusur kuliah



(akhirnya jadilah puisiku yang terlahir dari keadaan laper, boring, mendesak dan memuakkan pas jam kuliah..)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar