Minggu, 09 Februari 2020

Hari #6: Mulai Ada Shift

Pas ke ndalem belakang, hari ini, Jumat, 7 Februari 2020, di tempat duduk garasi ketemu Pak Iskandar, Ketua Pondok dan Mas Mahmud, Keamanan Pondok, juga beberapa orang yang jaga. Dari kemarin mulai diberlakukan shift jaga di ndalem belakang. Bu Nyai butuh istirahat, khawatir tamu membludak kayak sebelumnya. Pintu ndalem tutupan, tak kira ga boleh masuk atau ga nerima tamu. Ternyata Jumat memang hari 'istirahat' buat Bu Nyai, tapi kalau ada tamu masih dilayani. Makanya, kalau mau sowan, bilang dulu sama temen2 tadi biar disampaikan ke Bu Nyai. Nah, pintu ditutup itu berarti masih ada tamu di dalam. Ya Allah, Bu Nyai... Waktunya istirahat masih juga nerima tamu.










Tadi barengan sama kloternya ibuku, bareng Muslimat Perak. Karena pintu masih tutupan, akhirnya kloter ibuku ziarah dulu. Hari ini juga ada buku tamu. Bu Nyai ngutus bagiin jajan dan minum (Aqua). Karena saking banyaknya pengunjung kloter itu, ndilalah minumnya kurang padahal udah diisi sebelumnya. Makanya diisi lagi keranjangnya di sekitar pintu belakang. Pertama kalinya tau ruangan ndalem selain ruang tamu ya hari ini. Lihat foto-foto Bu Nyai dan Abah Yai di balik dinding ruang tamu juga hari ini. Tadi ketemu Gus Billy, tapi ga ketemu Gus Ipang. 

Bu Nyai juga pesen, kloter tamu berikutnya diminta duduk di tempat duduk garasi. Begitu tak sampaikan, ternyata tamunya juga banyak. Sampe ga muat. Bu Nyai memaklumi, biasanya tamu datang di ndalem pengasuh, lokasinya luas, sekarang ke ndalem pribadi. 

Akhirnya setelah kloter ibuku dan kloter berikutnya pulang, Mas Ndalem bilang jam 11 disudahi dulu. Ibu mau istirahat. Nanti jam 3 baru dibuka lagi. Finally, I went home.

Hari ini juga aku tau siapa yang nata sandalku, hehehe. Keluar dari ndalem, langsung sowan ke Abah Yai. Ternyata bunganya diperbarui. Hmmm, lihat kucing itu? Aku iri sama dia.

Btw, ada yang pinjam buku 7 Keajaiban Rezeki-ku dan akan dikembalikan sebelum 40 harinya Abah Yai. We'll see.

Hari #5: Ga Ketemu Bu Nyai

Hari ini, Kamis, 6 Februari 2020, aku ga ketemu Bu Nyai. Pas ke sana, ndalem tutupan. Mungkin sedang istirahat siang. Tak tinggal ziarah bentar, trus balik lagi ke tempat duduk garasi. Tak tunggu sampai jam 3 sore, baru setelah adzan ashar jam setengah 4, ada kabar beliau bangun tidur. Hanya bisa kirim salam karena harus segera pulang.

Semoga Bu Nyai baik-baik aja, ndak kecapean, mengingat biasanya jam 3 sore sudah menerima tamu, tapi ini setengah 4 baru bangun tidur.






Hari #4: Ada yang Menata Sepatuku

Jam setengah 2 siang, hari Rabu, 5 Februari 2020, aku mau sowan, lha kok pintu tutupan. Mungkin Bu Nyai istirahat~nantinya aku baru tau kalau Bu Nyai ga nutup pintu kalau masih ada tamu. Baru istirahat kalau udah ga ada tamu. Yang penting muliakan tamu, dhawuh beliau.

Ya udah tahlil dan Yasin dulu di gazebo utara makam. Tiba-tiba hujan deras. Sekitar jam 3 sore lebih, baru agak reda, rintik-rintik. Jadi, baru bisa masuk ke ndalem. Baru beberapa waktu masuk, ada tamu Gus Aab sekeluarga. Setelah mereka undur diri, aku tunjukkan ke Bu Nyai tentang video Abah Yai main gitar yang diupload follower @eventjombang_ di story IG.



Bu Nyai cerita banyak, termasuk dulu Abah Yai pas SMA ikut band. Tapi Bu Nyai melarang Abah Yai bawa gitar pas di Tebuireng. Jadi, dhawuh Bu Nyai, gitarnya taruh Jakarta aja, kalau mau main gitar, main di rumah aja, jangan di pondok. 😂 Tadi juga sempat cerita tentang statusku, tentang aku marah ada berita Abah Yai meninggal, tentang rencanaku sowan setiap hari hingga hari ke-100, dan Bu Nyai memang luar biasa. 52 tahun pernikahan, usia emas, bisa bertahan hingga dipisahkan oleh maut. 🥺 Bu Nyai kuat, Bu Nyai luar biasa. 💪

Pas aku pamitan pulang, Gus Ipang tetap di dalam (Gus Aab pulang, Gus Ipang masuk), ganti Gus Billy yang keluar pas aku nunjukin video Abah Yai main gitar. Kata Gus Billy, Abah Yai main gitar itu di rumah Jakarta.




Begitu keluar ndalem, tiba-tiba lihat pemandangan mengharukan. Ada yang menata sepatuku (awal masuk memang ditaruh sembarangan, karena banyak tamu), bersebelahan dengan sandal yang entah punya siapa. Allah... Apa aku pantas diperlakukan sedemikian terhormat? 😭
Untuk siapapun yang menata sepatuku, Allah memberkahimu.

Hari #3: Sowan Perdana

Pertama kali sowan Bu Nyai, hari ini 4 Februari 2020 di Ndalem Belakang, utaranya makam. 

Sowannya nunggu Opick ziarah dulu, baru aku masuk ndalem. 

Sempet ketemu Mas Ajudan secara ga sengaja juga, setelah fotbar terakhir awal Desember 2019. 

Pas masuk ndalem, Bu Nyai sempet tanya dari (organisasi) mana. Setelah tak jawab dirigen, beliau baru ingat dan langsung minta maaf. Ya Allah, sekelas beliau minta maaf ke aku hanya gara-gara ga inget siapa aku? Gustiiii... Siapakah saya ini, Bu Nyai, tak perlu diingatpun bukan sebuah dosa. Apalagi sampai minta maaf ke orang jelata macam saya. 

Ini pelajaran penting dari Bu Nyai Farida hari ini: Pandang semua orang sama rata. 

Pas keluar, sempet ketemu Ning Aisyah Muhammad. Dari hari ini aku berjanji akan sering-sering sowan ke Bu Nyai dan Abah Yai. Minimal sampai hari ke-7, syukur-syukur sampai hari ke-100.







Ternyata selama aku salaman dengan Bu Nyai, Mas Ajudan motoin. Dan baru sadar kalau busanaku dan Bu Nyai sama-sama hitam putihnya. Matur nuwun, Puh, udah dipotoin. Ga tau kapan motonya, tiba-tiba dikirimi 3 foto aja. ❤️

Hari #2: Pemakaman

Senin, 3 Februari 2020 

Ngajar rasanya masih pingin nangis. Nangis semaleman kayaknya masih kurang. Ya Allah gimana kondisi Bu Nyai yaaa... Di media tersebar foto beliau dipeluk Gus Billy, putra beliau, ketika turun dari pesawat begitu sampai di Jawa Timur dan disambut Gubernur. Dan wajah beliau sembab sekali. 

Aku sempat ke makam saat itu, lewat gerbang barat, tapi ga ada akses masuk makam. Gerbang ke lorong memang dibuka, tapi gerbang ke makam ditutup. Hanya akses pers dan petugas aja yang bisa masuk. Sekedar tau aja, dari semalem, tim redaksi dan admin akun yang tak pegang pada rame bikin caption ucapan belasungkawa. Termasuk aku yang pegang 5 akun medsos influencer. Abah Yai meninggal, perasaanku berantakan, pikiranku ga karuan. 

Jadi, di lorong makam itu aku cuma bisa liat proses penggalian kuburan untuk Abah Yai dengan berkarung-karung bunga tabur. Lalu balik lagi ke sekolah, karena masih ada jam ngajar. Abah Yai mintanya begitu, laksanakan tugas dulu. Baru yang ga wajib. Seharian itu aku ga berani ke makam. Jelas ramai. 

Akhirnya aku menuju ke Zabo Coffee and Resto, tempat ngopi langgananku, sekedar untuk melepas ingatan bahwa Abah Yai sudah tiada, sekaligus mengerjakan tugas presentasi menjelang pelatihan dirigen dengan anggota Dharma Wanita Persatuan Dikbud Jombang . Walaupun itu sia-sia, sebab Abah Yai juga pernah ngajak Mas Ajudan ngopi. Bahkan kopipun mengingatkanku pada Abah Yai. 😢


 Sehari sebelumnya, aku sempet buka lagi arsip postingan IG yang bareng Abah Yai. Ya Allah, berikan tempat terbaik untuk Kiai kami. Aaamiiiiin. 🙏

Hari #1: KH. Salahuddin Wahid Wafat

2 Februari 2020 kemarin, dikabari seorang teman bahwa beliau wafat, I was so angry. I said, "Don't make a joke, please!"

Tapi ternyata amarahku tak membawa hasil di luar kenyataan. Abah Yai seda. Hari Ahad, 2 Februari 2020, di RS Harapan Kita Jakarta. Tanggal yang manis tapi mencetak sejarah yang pahit. 😢 2 Februari malam adalah malam tangis seluruh mata yang pernah disapa oleh Abah Yai Sholah.

Keesokan harinya, Senin, tanggal 3 Februari 2020, jenazah dibawa ke Jombang untuk dimakamkan di pemakaman keluarga pesantren Tebuireng.

Awalnya, aku khawatir dengan kondisi Mas Ajudan, mengingat dia kemana-mana bareng beliau. Tapi lama-lama, perhatianku lebih ke Bu Nyai. Semoga beliau kuat. 52 tahun bersama Abah Yai dan beliau mendahului sepertinya bukan kondisi yang mudah diterima.

Karena itu, aku berniat untuk selalu mengunjungi beliau setiap hari setelah hari pemakaman itu hingga peringatan 100 hari Abah Yai. Dan aku udah matur Bu Nyai Farida mengenai hal ini. "Insya Allah saya usahakan datang ke sini setiap hari sampai 100 harinya Abah Yai, Bu. Jadi, kalau sering ketemu saya, mohon Bu Nyai tidak bosan." Dan Bu Nyai Farida menganggur sambil matur, "Iya, gapapa."

"Bu Nyai masih di Jombang kan?"
"Iya masih di Jombang kok."

Beberapa posting setelah ini sengaja aku pasang untuk memenuhi janji itu. Doakan semoga lancar ya.

Dan juga, Izzatush turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga seluruh amal Abah Yai diterima oleh Allah. Aaamiiiiin.

*NB: Aku nulis ini udah dalam kondisi stabil. Tulisan saat aku ga stabil ada di FBku, Izzatush Shobihah.

Senin, 04 September 2017

Status Instagram 29 Mei - 2 September 2017

29 Mei
kaktoes_izzah Ya. Memang berbakat. Bakat jadi bahan editan. 😄

Listen to "Kiss The Rain" by Yiruma and never take the caption seriously. ✌


____________

31 Mei
kaktoes_izzah Para tetampan @ikapasmagajo . Kerudung biru itu hanya pencitraan. Sejatinya, ia adalah pejantan yang terbungkus label perempuan secara elegan. 😄
.
📷: by @dinniaar
Makasih banyak, Niar. 😘


_____________

18 Juni
kaktoes_izzah Kenapa harus diungkit bila bisa dibenahi?
Masa lalumu itu urusanmu.
Masa depanmu itu baru tanggung jawabku, jika aku suamimu. Hehehe... 😁✌
.
.
📷 by @kikirizqi789


__________

20 Juni
kaktoes_izzah
SMAN 3 Jombang

    kaktoes_izzah Bila belum mampu mewarnai layaknya pelangi, apa salahnya jadi embun pagi yang menyejukkan hati? 😉
    #iZzatQuote

    Thanks for being my personal DKB(s), wkwkwk... 😄
    .
    .
    📷 by @kikirizqi789
    Xie xie ni, Ki... 😘
____________

21 Juni

    kaktoes_izzah Percayalah, takkan ada final saat melibatkan nominal untuk perkara emosional.
    #iZzatQuote

    So, never waste your time to show me how many people admire or hate them.
    I always stand either as their fans or hater, if you really care.
    If I don't, their names won't actually be on the acknowledgement of my thesis.
    Thank you.
    .
    📷 @deviseptaazizah (atas) dan @danangbaskara (bawah)

________________

22 Juni

kaktoes_izzah Wahai para wanita, janganlah kau bebani priamu dengan pertanyaan yang tidak meningkatkan nilai IPK, semisal, "Sayang, kalau aku dibandingin sama Mbak Paijem kelas sebelah, gendutan mana?" 😌

Terima dirimu seadanya, biarkan pasangan menerimamu apa adanya.
#iZzatQuote
____________

5 Juli

kaktoes_izzah Kedatangan tamu spesial.
Yang satu, fansnya ***a**, yang satu fansnya **a***. 😄

Yang ngerasa punya fans, mohon disiapkan odong-odong untuk jemput mereka di rumah saya. 😁
.
.
📷 by @rizki.ampera
_______________

25 Juli

kaktoes_izzah "Zah, kalau cewek pingin cowok nembak duluan, lalu kenapa ada istilah 'Ladies first!'?"
.
.
Itu tandanya emak lu yang diminta maju ke cewek itu, Bro!

Bego dikit napa, cerdasnya yang banyak! 😒
#iZzatQuote
____________

3 Agustus
kaktoes_izzah Tak ada yang salah dengan kesendirian.
Bukankah lebih baik sendiri daripada berteman namun tetap sepi?
Bukankah lebih baik sendiri daripada ​mendampingi dia yang terlalu menyakitkan untuk dibersamai?

Tak ada yang salah dengan kesendirian.
Sebab sendiri takkan memprihatinkan bila Dia tak terabaikan.
#iZzatQuote
.
📷 by AMZ
_________

6 Agustus

    kaktoes_izzah Gak harus kenalan dulu untuk bisa kangen.
    #iZzatQuote

    Miss you all, guys. 😘

____________

17 Agustus

kaktoes_izzah Accompanist and conductor or architect and mandor? 😂

Jangan bosan jadi my on-stage-partner-in-crime ya, Gus Bro.
Auf wiedersehen. Ketemu di penugasan berikutnya. 🎹🎼🎶 .
.
Dirgahayu Indonesiaku! 😘
.
.
*Btw, itu bukan partitur, tapi krepekan buat sidang munaqosyah besok Ahad ✌
_________

18 Agustus
kaktoes_izzah Maafkan saja mereka yang hanya melihat penampilan luarmu.
Itu karena mereka belum tahu bahwa emas takkan bisa ditemukan hanya dengan sekali saringan.
#iZzatQuote

Yes, I'm 'mbengkak' than before.
But, di foto ini, I'm NOT shorter than him. 😄
.
📷 by @tsanianurul_
Dankeeee, Hani...
________

20 Agustus
kaktoes_izzah Menjadi buah yang menyegarkan, daun yang meneduhkan, atau akar yang menguatkan?
Pilih untuk menjadi!
#iZzatQuote

Mit Prof. Zahro, einer der Arbeitstester.
One of my two most favorite teachers who became the tester of thesis defense today.
That life is choice, thanks for the discussion, Sir.
_____________

2 September
kaktoes_izzah Katanya sih, cara tercepat mencapai hati pria itu melalui lambungnya. 😉

Dia hormati wanita? Kasih yang di atas loyang satu.
Dia gak ngasih kejelasan? Senyumin dulu sebelum dia tau apa yang bisa kita lakukan dengan loyang itu. 😊
.
.
📷 : arek-arek, lali sopo 😄
____________

Foto Profil dan Sampul Facebook Mei-Agustus 2017

Izzatush Shobihah4 Agustus pukul 3:20 · Disunting ·

Kalau lagi jatuh cinta, banyak-banyakin membaca.
Biar cerdasan dikit.
Sebab, jatuh cinta dan goblok itu beda tipis.

*Anggitane aku gak tau goblok ngunu ta?* 😁 — bersama Izzah Ling.
_____________

Izzatush Shobihah26 Juli pukul 23:43 · Disunting ·

Ada yang pernah bertemu pembelajar yang mendurhakai orang tuanya, kemudian bisa meraih kesuksesan?

Sukses itu bersahabat dengan restu orang tua.
Bila kita mendurhakai mereka, maka sukses akan mendurhakai kita.
#iZzatQuote
____________

Izzatush Shobihah18 Juli 9:26 · Disunting ·

Terima kasih untuk yang memberi kesempatan bermakna, layaknya gula yang tak memaksa kopi menjadi manis dan kopi yang dengan tenang membiarkan gula untuk tidak menjadi pahit.
#FaizalDhanQuote
_____________

Izzatush Shobihah22 Juni 11:53 · Disunting ·

Yang menerima seadanya
Yang mendapatkan segalanya
#iZzatQuote

📷 by Tri Ayunda
____________

Izzatush Shobihah15 Mei 15:45 · Disunting ·
 
Saat kau berkeinginan untuk menyakiti kaum Hawa, bertindaklah sebagai ayah, bukan sebagai pria.
#iZzatQuote

📷: Tri Ayunda
__________


FOTO SAMPUL

Izzatush Shobihah19 Juni pukul 4:43· Disunting ·

Kami bahagia karena itu satu-satunya pilihan yang paling masuk akal. 😊
#iZzatQuote

Perkenalkan, dari kanan ke kiri: Zayn Malik, Cak Lontong, Ariana Grande, dan Song Joong Ki. 😁

📷 by Kiki Rizqi Amalia — bersama Kohar Yudoprasetyo dan Albert Sugara.
___________

Izzatush Shobihah16 Juli 7:03· Disunting ·

Ruangan mana lagi yang lebih membangkitkan patriotisme selain kolong langit pertiwi yang dipenuhi semangat Indonesia Raya?
#iZzatQuote

Bersama Simbah Emha Ainun Nadjib, Kiai Kanjeng, perwakilan Menkominfo (Pak Menteri belum hadir), Bu Ida Fauziyah, dan rakyat Indonesia di lapangan LPI Asy-Syarif Mojokerto.

Terima kasih, Mb Titi, sudah memerangkap momen ini.
Abaikan wajah yang terkena cahaya Ilahi. 😁
_____________

Izzatush Shobihah5 Agustus 8:31 · Disunting ·
 
"Saya NU, saya juga Wahabi. Tapi Wahabi saya bukan Wahabi Mekkah, melainkan Wahabi Tambakberas Jombang."

Setuju seribu persen dengan ide dari KH. Maimoen Zubair di Haul ke 46 KH. Abdul Wahab Hasbullah di PP. Bahrul Ulum Tambakberas Jombang ini.

Salam ta'dhim, Romo Yai. 🙏

📷 : screenshoot video dari Ning Ema Umiyyatul Chusnah
____________


Status Facebook 2-4 September 2017

Izzatush Shobihah4 September pukul 14:02 ·

I have no best friend. All I have is family.
#iZzatQuote

Maaf, ponsel sedang dimakamkan.
Miss me? Feel free to come to my house. 
_____________

Izzatush Shobihah menambahkan foto baru — di Home Sweet Home.2 September pukul 2:11 · Instagram ·

I have limitations.
That's why I'm limited.
#iZzatQuote

*This is when your limitedness found something definitely delicious. :p
_______________

Status Facebook 1-31 Agustus 2017

Izzatush Shobihah
31 Agustus pukul 18:03 ·

Terima kasih telah menghadirkan takbir (tanpa pentungan) di beranda Facebook.
Setidaknya hari raya kurban tidak melulu diisi berita korban perasaan, korban biro umroh, atau lebih parah lagi, korban apa aja yang penting jadi PNS. *eh😄*

Selamat Idul Adha. 😊
Maaf lahir batin ya...
______________

Izzatush Shobihah membagikan sebuah kenangan.
28 Agustus pukul 15:14 ·

Thank youuuuu 😘

2 tahun yang lalu
Lihat Kenangan Anda

Izzatush Shobihah
28 Agustus 2015 ·

"Doa bukanlah (jurus) pamungkas, Bundo.. Tapi sebagai dampingan yang urgen, dimana doa harus selalu mengiringi.."
(Juragan Adnan Bin Hadir Rahaded, teman 'berantem', 25 Agustus 2015, 07:15 WIB)

"Tipis perbedaan antara diam karena 'merasa bersalah' dan 'pesimis', Za.."
(Mb Ama Wahbatur Rahmaniyah, teman 'gasakan', 26 Agustus 2015, 18:20 WIB)

"Berdoa itu berbisik. Gusti Allah menjawabnya juga dengan cara berbisik, karena Dia adalah Dzat Yang Sangat Halus. Hanya saja manusianya yang gak (semuanya) bisa mendengar."
(Pak Bambang, teman 'sing penting ojo jotos-jotosan', 28 Agustus 2015, 13:44 WIB)

Inilah akibatnya jika kelamaan gak ikut kuliah: ucapan dan SMS kawan-kawanpun masuk jadi 'pelajaran'..
_________________

Izzatush Shobihah
27 Agustus pukul 5:20 ·

Terima kasih atas perjuangannya, Timnas Indonesia. 😘
We're so proud of you, as always.

foto
________________

Izzatush Shobihah
26 Agustus pukul 5:49 ·

Ada saatnya menang.
Ada saatnya tenang.
#iZzatQuote

Positive thinking aja.
Jangan biarkan negative thinking jadi tugas kita.

foto
_____________

Izzatush Shobihah memperbarui bionya.
26 Agustus pukul 5:42 ·

Mohon kirimkan pesan di inbox dulu untuk konfirmasi pertemanan. Terima kasih.
______________

Izzatush Shobihah
21 Agustus pukul 20:01 ·

Tugas istri adalah menurut dan tampil cantik. 😉
Fina Af'idatussofa
21 Agustus pukul 6:15 ·

Kajian Bandongan pagi kitab Nihayatuz-Zain dan Ihya Ulumuddin dua bulan ini pembahasannya sama : Bab Nikah.

Dipapar dari berbagai segi mulai dari niat, tanggung jawab, masalah keseharian sampai materi tentang apa-apa yang menjadikan pernikahan itu 'rusak', apa yang menyebabkan jatuh talaq, dst.

Kemarin dua hari dipaparkan dan dijelaskan panjang tentang tanggung jawab suami yang begitu banyak dan beratnya dalam urusan rumah tangga.

Seperti kitab-kitab lain, Nihayatuz-zain juga menerangkan rincian tanggung jawab nafkah yang tidak hanya menyangkut urusan duit tapi juga menyangkut fasilitas tampilan istri, kebersihan rumah, sandang, penyajian makanan, menu-menu yang ideal sampai dengann perawatan anak -semisal andai pun sang istri enggan memberi Asi, maka suami yang bertanggung jawab mencarikan asupan bagi si anak- apakah Ibu Rodho' dan yang lainnya.

Intinya tugas istri hanya menurut dan tampil cantik :v
Selain itu tentu saja dipaparkan pula trik-trik jadi istri yang oke, seperti bagaimana menyenangkan suami, lalu dalam apa saja mereka wajib meminta izin dan dalam keadaan apa saja saja tidak perlu meminta izin.

Jadi bagi yang hidup di Indonesia khususnya Jawa, wanita memiliki begitu banyak pintu pahala yang didapat akibat dari kultur yang terbentuk.

Ada begitu banyak hal yang sebenarnya bukan kewajiban tetapi dilakukan dengan sukarela karena penyesuaian pola budaya yang memiliki nilai pahala plus-plus lebih-lebih jika part demi part diniati sebagai ibadah tambahan dan tabungan akhirat.

Selain poin-poin tanggung jawab apa saja yang sebenarnya harus ditanggung suami, ada pula bab menerangkan takaran nafkah. Dimana jumlah -setidaknya- harus selaras dengan pola zaman dan pola hidup sekitar, juga menyangkut urusan apa saja yang harus tercover dengan ideal.

Namun kajian pagi ini diakhiri dengan bahasan yang lebih lentur.

Bahwa jika perihal tugas, tanggung jawab, dan segala perkara rumah tangga dibahas bersama dijalani bersama, diperjuangkan bersama, dipahami bersama sesuai kadar kemampuan masing-masing, menerima kurang-lebih masing-masing, tumbuh dan membangun bersama dengan aneka perbaikan sana sini, maka yang demikian lebih mendekatkan pada nuansa Romantis... <3 br="">
- - -

*Teori dulu, praktik kemudian :D "
_____________

Izzatush Shobihah
20 Agustus pukul 19:05 ·

Snack enak. 😋
Abda Alif Yakfiy
19 Agustus pukul 18:57 ·

Sebuah tulisan dari Al ustadz asy Syaikh Ichsan Nafarin ra (masih hidup):

HORMAT BENDERA

Sebuah fenomena menggelitik ketika hari ini kita masih melihat sebagian saudara kita umat Islam yang mengharamkan hormat bendera. Mereka menolaknya karena bagi mereka itu adalah pengagungan pada benda mati dan merupakan bentuk kesyirikan.

Ya, mungkin beda cara kita beragama dan mengaplikasikannya, tapi biarkan saya menyatakan perspektif saya disini.

Apakah mengagungkan benda mati haram secara absolut? Ternyata tidak, malah Islam dan cara beragama umat islam sejak era Nabi dipenuhi dengan penghormatan pada benda-benda mati. Ga percaya?

Islam bukan agama penampakan melainkan agama nilai & spiritual. Bukankah anda diperintahkan Tuhan shalat dan sujud 34 kali sehari menghadap rumah batu berbentuk kubus, lalu apakah Tuhanmu mengajarkan kesyirikan?

Tentu tidak, karena bangunan Ka'bah dimana milyaran umat Islam bersujud menundukkan kepalanya mengandung nilai-nilai spiritual. Itulah rumah yang pertama kali dibangun di Bakkah dan itulah satu-satunya rumah yang Allah sebut sebagai rumah-Nya, dan tentu memiliki nilai spiritual Maha Tinggi.

Apakah ketika Nabi mengajarkan anda mencium batu hajar Aswad beliau mengajarkan kesyirikan pada benda mati? Tentu tidak, Nabi menciumnya karena Nabi tidak secara dangkal melihat itu sebagai seonggok batu, melainkan karena batu tersebut mengandung nilai dan sejarah spiritual. Nabi melihat dengan mata batin, sedangkan kita melihat dengan mata zahir. Ketika anda mencium mushaf Al-Qur'an, apa anda hanya sekedar mencium lembaran-lembaran kertas bertuliskan Arab? Tentu tidak, karena setiap Qur'an menyimpan kandungan spiritual di dalamnya dan untaian yang tertulis di atasnya bukan syair Arab biasa melainkan firman Tuhan. Inilah nilai spiritualnya.

Bukankah Iblis dulu diusir dari surga karena mengabaikan nilai-nilai spiritual ini? Ia menolak bersujud pada Adam as karena ia menganggap Adam hanya seonggok lumpur hitam yang diberi bentuk? Itulah pandangan dangkal yang dilihat Iblis pada Adam as sehingga ia menyebut makhluq baru bernama Adam itu dengan redaksi "Basyar" dimana ia hanya merujuk pada fisik penciptaan dan sifat-sifat hewani tanpa melihat 'Nafs Insaniyah'-nya.

Segala benda mati di alam membawa nilai spiritual yang menempel padanya, yang datang dari kilasan sejarah. Baju yang dipakai Abu Jahal tidaklah sama nilainya dengan baju yang dipakai Muhammad SAW, meskipun baju Abu Jahal lebih mahal dan lembut sedangkan baju Nabi murah dan kasar sehingga kuIitnya sering memerah.

Sandal lusuh yang dipakai Nabi ke atas Arsy saat menghadap Tuhan-Nya mustahil disamai nilainya dengan sandal Kaisar Romawi meski terbuat dari emas permata sekalipun. Inilah dimana seorang manusia Irfani luhur pernah berkata: "Debu yang menempel di bawah sendal Fatimah (putri Rasulullah) lebih berharga daripada aku dan seluruh hidupku."

Ya, nilai intrinsik tak selalu berbanding lurus dengan nilai historis. Dan itulah islam yang diperkenalkan Tuhan, Islam penggapai nilai, bukan Islam penjamah simbol. Bukankah Tuhan yang kita sembah setiap hari itu transenden dan tak tervisualkan? Kau sendiri menyembah apa yang tak kau lihat.

Setiap jasad ada ruh, dan setiap benda mati punya nilai. Dan inilah salah satu hal mengapa Nabi suka memberi nama pada benda-benda yang dimilikinya, pada pedangnya, cincinnya bahkan sorbannya.

Lalu apa yang salah jika hari ini kita hormat pada sang saka merah putih, simbol tanah air yang kemerdekaannya diraih dengan Rahmat Allah dan perjuangan berdarah-darah para Syuhada? Bukankah ini penuh sesak dengan nilai spiritual dan perjuangan, serta menghormati dan menciumnya adalah ungkapan rasa syukur pada-Nya.

"Spiritual", itulah yang hilang dari kaum tekstual. Mungkin mereka harus sedikit belajar tentang tasawwuf dan memulainya dengan membaca kisah cinta Layla dan Majnun, ketika Qais sang Majnun bersyair:
"Kulalui depan rumah Layla, kuciumi dinding-dinding rumahnya. Bukanlah karena rumah itu (yang membuatku menciumnya), melainkan rasa cinta kepada penghuninya.

Indah bukan?
______________

Izzatush Shobihah menambahkan 6 foto baru — bersama Izzah Ling dan 2 lainnya.
20 Agustus pukul 15:01 ·

Kata orang, sidang tesis itu mencekam.
Kata yang nulis status ini, sidang tesis itu menyenangkan.

Gimana gak seneng? Kapan lagi bisa puas nimba ilmu selama 45 menit dari beliau-beliau tanpa 'diriwuki' teman-teman yang suka iseng saat kuliah? :D

'Dikerjain' penguji dengan debat? Itu biasa. Prof. Zahro (dosen favorit sejak saya belum menjadi mahasiswi beliau), Dr. Rofi', Dr. Habibi, dan Dr. Hanif memang hadir untuk menguji daya tahan tesis kita. Wong mata saya aja sampai berair ketika ketemu beliau-beliau. Bukan karena pingin nangis diuji mereka sih, melainkan karena ngantuk, semalem baru bisa tidur jam 1 dan bangun lagi jam 4. 😁
Intinya, harus dapet ide baru dari mereka untuk perbaikan karya kita.

Selain tanya jawab tentang konten penelitian (dan ini yang bikin ruang munaqosyah dengan AC bersuhu 18°C terasa 33°C), selebihnya sidang tesis berisi how we defend the research. Pertahankan penelitian itu tanpa harus menggebrak meja. Misalnya,

"Ini TPQ dan PAUD masuk pendidikan nonformal?"
"Siap, iya, Prof."
"Kenapa?"
"Karena di UU nomor 20 tahun 2003 semua pendidikan berjenjang yang bukan pendidikan formal termasuk pendidikan nonformal."
"UU tentang apa itu?"
"Sistem pendidikan nasional."
"Hmmm, berarti Anda sudah mengerti isi tesis Anda."

atau

"Di judul ini, NU singkatan dari apa?"
"Siap, Nahdlatul 'Ulama', Prof."
"Bukan Nahdlatul Ummah?"
"Siap, bukan, Prof."
"Kalau bukan, maka tulisan NU, jika bukan sebagai nama, harus ditulis lengkap, tidak boleh disingkat."
"Mohon maaf, Prof. Tapi saat seminar proposal dulu, Pak Hanif (penguji paling kanan) dan Pak Imam Sukardi (direktur PPs) mengatakan NU tidak usah dijabarkan karena semua orang se-Indonesia pasti tahu apa itu NU."
"Itu kan sebagai nama. Jika sebagai nama, tidak usah dijabarkan tidak apa-apa. Tapi kalau bukan nama, ya harus dijabarkan."
"Siap, Prof. :) " ➡ Life is choice, remember? 😉

atau yang ini

"Judulnya pakai nonformal ya?"
"Siap, iya, Bu."
"Sudah dicek di kamus besar bagaimana penulisan nonformal?"
"Siap, sudah."
"Dipisah (non formal) atau digabung (nonformal)?"
"Siap, digabung, Bu."
"Kalau non pendidikan? Digabung juga?"
"Tidak, Bu. Itu pakai tanda hubung."
"Kenapa?"
"Karena 'pendidikan' itu bukan kata dasar, melainkan kata yang sudah mendapat imbuhan."
"Oh, ya sudah. Saya hanya memastikan bahwa Anda benar-benar paham."

Walaupun catatan revisi saya paling banyak di antara peserta lain, bahkan sampai tumpah ruah :D , rasa-rasanya munaqosyah tiga perempat jam tadi masih kurang, hehehe.
Masih rindu diguyur ilmu oleh mereka.
Semoga suatu saat nanti dipertemukan kembali di kesempatan yang sama di tingkat yang lebih tinggi lainnya. Aamiiiin. ^_^

*Btw, terima kasih atas doa dan dukungan teman-teman semua, sidangnya lancar dan membahagiakan*
Foto Izzatush Shobihah.
Foto Izzatush Shobihah.
Foto Izzatush Shobihah.
Foto Izzatush Shobihah.
Foto Izzatush Shobihah.
+2

FYI, saya dan Prof. Zahro sama-sama pakai arloji di tangan kanan dan saya sempat kaget ketika beliau tanya, "Penelitian ini dilakukan di MWC atau di PAC?"

Kenapa? Sebab itu termasuk pertanyaan defense yang saya persiapkan iseng-iseng.
Gak taunya malah beneran dibahas.

"Siap, di PAC, Prof. Kalau MWC itu untuk NU-nya, sementara untuk banom seperti Muslimat, Anshor, Fatayat, itu pakai PAC."
"Ya," jawab beliau. "Memang benar begitu jawabannya." — bersama Izzah Ling.
_____________

Izzatush Shobihah
19 Agustus pukul 14:48 ·

Maafkan saja mereka yang hanya melihat penampilan luarmu.
Itu karena mereka belum tahu bahwa emas takkan bisa ditemukan hanya dengan sekali saringan.
#iZzatQuote
______________

Izzatush Shobihah
15 Agustus pukul 16:59 ·

Teman-teman, mohon doa suksesnya ya... Al-Fatihah saja sudah cukup.

5 hari lagi saya sidang tesis. Semoga dilancarkan prosesnya, diindahkan hasilnya.

Agak grogi waktu lihat nomor urutnya. SATU. :D
Jelas dipanggil pertama. Tapi, setelah itu yakin bisa bernafas lega saat yang lainnya deg-degan nunggu giliran, bisa dapet kesempatan revisi (semoga bukan revisi total) lebih lama, dan insya Allah wisudanya juga duduk di bangku nomor satu. Ambil positifnya ajalah.

Lebih grogi lagi pas baca nama yang sebaris horizontal dengan nama saya.

Ketua, Bu Dr. Rofiatul Hosna. Dulu pas S1, skripsi saya diuji oleh beliau. Saya masih ingat betul, bahkan beliau tidak canggung bertanya bagaimana cara membaca kata 'pious'. Dan sekarang, masya Allah, dipertemukan kembali di ujian sejenis. Mohon doanya ya, Bu Cantik. :D

Penguji, Prof. Zahro. Ya Allah, dulu pas S1 berharap diuji sama beliau, ndilalah dikabulkannya justru sekarang. Siap-siap mengosongkan cangkir otak agar bisa menerima ilmu beliau saat sidang nanti.

Sekretaris, Dr. Habibi Al-Amin, M.Ag. Jujur, saya belum kenal beliau. Semoga lewat beliau, saya bisa lebih dekat ke predikat yanfa'uhum linnas.

Bismillah, niat ingsun cari ilmu saat munaqasyah lillahi ta'ala.
Al-Fatihah. ^_^
____________

Izzatush Shobihah
14 Agustus pukul 8:57 · Instagram ·

Mau 17an, nih aye penuhi TANTANGAN MENGENALI DIRI SENDIRI yang terangkum dalam 17 mitos tentang Izzatush. Mending jangan dibaca deh. 😂

1. 18 y.o.
➡ Faktanya, I'm younger than you, if you're older than me. 😄

2. A real boy
➡ You don't need to find out if I'm a girl. ✌

3. Izzatush itu konsultan psikologi / dosen / a culinary enterpreneur
➡ Kalau ini sih bukan mitos, melainkan doa. 😁

4. A smart person
➡ A smart person usually doesn't use a smartphone as often as me.

5. The face reader
➡ Should listen to your story of life rather than read your face.

6. Quote factory
➡ Quote saya hanya keluar kalau ada curhat, kasus, atau kejadian yang menginspirasi.

7. An artist
➡ Saya penikmat musik, koreografi, dan lukisan, tapi bukan berarti saya seniman asli.

8. Matre
➡ Daripada fokus menggoda pria dengan gaji 300 juta per tahun, lebih baik saya bekerja menghasilkan gaji segitu dan membiarkan mereka tergoda. 😒

9. A bodyline maniac
➡ Yang saya utamakan adalah kesehatan, bukan penampilan.

10. Tertarik pada pria tampan dan kaya
➡ Bagi saya pribadi, tak ada yang lebih menarik dibandingkan pemuda yang setia pada Qur'an, visioner, ngerti tanggung jawab, mengutamakan ibunya, dan mau sama saya. 😄

11. Bersedia dipoligami
➡ Saya tidak menentang poligami, tapi bukan berarti saya mendukungnya tanpa syarat dan ketentuan.

12. Pemberani
➡ I have a phobia.

13. Hanya bergaul dengan orang femes
➡ Yang mana sih?

14. Hobi diajak ngegosip
➡ Yang bener tuh "Hobi diajak diskusi." Apalagi diskusi tentang masa depan bareng kamu. *Asseeegggg 😁

15. A leader of choirs
➡ Saya pemandu, bukan pemerintah. Apalah artinya dirigen tanpa pasukannya?

16. A Korean/Deutsch lover
➡ Nein! Aye suka belajar bahasa asing & aksaranya, tapi cinta saya tetap buat INDONESIA. Apa gunanya jadi keluarga paskibra dan paduan suara kalau bukan untuk menjaga Nusantara? 😉

17. Senang ditantang
➡ Bukan ditantang, tapi diajak berproses. Status ini juga tantangan, tapi... Udahan dulu deh kayaknya, wkwkwk. 😉

So, now, I challenge you to recognize yourself and write 17 myths or facts about you to celebrate the Independence Day: August 17, 2017. 😉

📷 : Tri Ayunda

foto
____________

Izzatush Shobihah berada di UPT Pelatihan Kerja Jombang.
12 Agustus pukul 20:03 · Instagram ·

Rezeki tergantung pada Tuhan, tapi istri tergantung pada rezeki. 😁
#iZzatQuote adaptasi dari ucapan Sukmo #RepublikTwitter

foto
____________

Izzatush Shobihah membagikan sebuah kenangan.
9 Agustus pukul 21:07 ·

3 tahun yang lalu
Lihat Kenangan Anda

Izzatush Shobihah
9 Agustus 2014 ·

Selalu terkesan dengan kalimat filosofis pada Iklan A Mild:

"Mana yang akan dijalani, arah mana yang akan dituju
Pilihan salah terkadang membawa kita ke arah yang benar
Pilihan yang benar bukan jalan menuju pengalaman
Saat dihadapkan pilihan, pilih untuk menjalani!"

"Orang bilang kita terhubung..
Pernahkah terpikir bahwa apa yang kita awali menentukan apa yang akan terjadi?"

"Terkadang semua bisa didapatkan ketika semua dilepaskan (versi satunya '...ketika semua dirasakan').."
------
Yang bikin kalimat2 ini perokok juga bukan ya?
______________

Izzatush Shobihah bersama Izzah Ling dan Nurul Mahmudah.
3 Agustus ·

Mau tujuh belasan temanya berbau perjuangan. 😁
Makasih banyak, Nurul Mahmudah, udah dibikinin. 😘

foto
___________

Izzatush Shobihah
1 Agustus · Instagram ·

Sempet digadang-gadang jadi produk gagal gara-gara urutan prosesnya salah. Telur dan ovaletnya gak dikocok bareng gula, jadi 45 menit ngemixer masih mirip es krim cair, belum kaku juga. Tapi sambil terus dishalawati pas bikinnya, ternyata hasilnya malah jadi yang paling menggiurkan.

Choco chipnya meleleh di bagian bawah, kejunya melimpah dan parutan coklatnya melumer di bagian atas.

Alhasil, laris paling cepat. Maaf ya, anak mekanik mobil yang awalnya nolak beli, tapi pas udah bantingan uang, malah gak kebagian. 😭

Pelajaran kali ini:
Salah dalam proses?
Sadari, perbaiki, dan libatkan Sang Mahasukses.
#iZzatQuote

foto
___________



Status Facebook 1-31 Juli 2017

Izzatush Shobihah mengirim 4 foto di Instagram.
31 Juli ·
Instagram
·

"Hidup tiada mungkin tanpa perjuangan
Tanpa pengorbanan
Mulia adanya..."

Bersama sebuah keluarga dimana stik baton saya dianggap sebagai tusuk sate, cotton buds, sempol ayam, hingga tusuk gigi. 😂
Sampai jumpa di agenda selanjutnya ya... 😘🎶

Sukses buat pelantikan pengurus NU cabang Jombang, semoga amanah.
@ Pondok Pesantren Babussalam,kalibening.Jombang

foto
____________

Izzatush Shobihah bersama Izzah Ling dan 2 lainnya.
28 Juli · Instagram ·

Pacito.
Pengusaha muda pecinta lento. 😄

foto
_________

Izzatush Shobihah mengirim 2 foto di Instagram.
25 Juli ·
Instagram
·

Peserta: "Habis margarinnya kecampur rata, baru masukin garam ya, Mb?"
Instruktur: "Iya, Mb. Pokoknya garam terakhir."
Peserta: "Kenapa garam yang terakhir?"
Saya: "Mending jadi yang terakhir, daripada jadi yang pertama tapi ditinggalin."

Tiba-tiba kehebohan para peserta menggemparkan ruang prosesing.
Maaf, ada apa ya?

foto
_________

Izzatush Shobihah
23 Juli · Instagram ·

Dua anak cukup. Dua istri slulup. ✌
#iZzatQuote

-Kiriman lawas, 16 Mei 2017 kemarin-

foto
___________

Izzatush Shobihah berada di SMAN 3 Jombang.
23 Juli · Instagram ·

"Kak Izzah Pasmaga tahun berapa? Kakak kelasnya Kak Abi pas ya?"
"Kakak sekelas ta sama Kak Agil? Kok kayaknya deket banget."
"Kak Izzah seangkatan sama Kak Albert ya? Kok fotonya sering reuni bareng Kak Albert dan teman-temannya."

Percayalah, di balik ungkapan "Awet muda ya..." ada makna "Ternyata udah tua." 😁
#iZzatQuote

📷 by @fernandoyrzkiai
Makasih, Yoriz, udah mengabadikan detik-detik sebelum Abi jadi magnet dan fansnya jadi serbuk besi. 😄

-Kiriman lawas, pas purnawiyata 24 Mei 2017 kemarin-

foto
___________

Izzatush Shobihah berada di UPT Pelatihan Kerja Jombang.
22 Juli · Instagram ·

Abaikan gambar yang tak sesempurna cintaku padanya. 😂

Fokus saja pada rencanamu menggudangkan kelamnya masa lalu. ✌

📷 by Riska Andriani

foto
______________

Izzatush Shobihah
14 Juli · Instagram ·

Bersama Bu Fadhilah Mathar, direktur umum BP3TI Jakarta (tengah), dan Bu Ida Fauziyah, ketua yayasan LPI Asy-Syarif Mojokerto.
Terima kasih atas undangannya. Sukses terus LPI Asy-Syarif.

Agak ngeri waktu denger sambutan Bu Fadhilah yang kira-kira begini,

"Selanjutnya, Bu Ida, saya minta izin untuk membawa dirigen yang semangatnya luar biasa tadi ke Kominfo Jakarta. Bahwa kayak gini loh harusnya semangat Indonesia Raya itu. Lagu lain (Syubbanul Wathan, red.) yang kita gak tau liriknya, tapi berkat dirigen yang seperti ini, saya jadi ikut merasakan semangatnya. Saya ingin membawa semangat itu ke Kominfo Jakarta."

Di backstage, beliau bilang lagi, "Saya minta nomor hapenya ya."

Dan di otak sayapun terbayang 15 jam duduk di kendaraan menuju Jakarta, wkwkwk. :D

foto
______________

Izzatush Shobihah
14 Juli ·

Apakah layak berbicara tentang keburukan pondok pesantren jika belum pernah menjadi bagian di dalamnya?
Jika ada buruknya kami, maka itu dari kami sendiri. Bukan dari pesantren kami.
#iZzatQuote

Semoga tersinggung.

foto
____________

Izzatush Shobihah
9 Juli · Instagram ·

Buku lawas favorit, ciri khas Gus Dur yang selalu mengundang senyum, decak kagum, sekaligus bikin nggumun.
Ya heran aja, diulang berkali-kali tetap gak paham juga, hahaha.
Memang, kecepatan kereta rel dua dan kereta magnetik itu tidak layak untuk dibandingkan. 😄

Setidaknya, setelah membaca buku ini, saya sadar bahwa saya merindukan Gus Dur. Terutama saat membaca kalimat:

"Tuhan tidak perlu dibela, walaupun tidak juga menolak dibela. Berarti atau tidaknya pembelaan, akan kita lihat dalam perkembangan di masa depan."
(Tuhan Tidak Perlu Dibela, bagian ke-16, hal. 68)

foto
___________

Izzatush Shobihah
8 Juli · Instagram ·

Amper:
"Ini habis nguras KM. Uhhh caveknya gue😩"

Saya:
"Lheeee kaet nguras jeding ae sambatan. Lek nguras jeding sing cuma beberapa waktu aja mengeluh, piye nanti menguras tenaga untuk anak dan suami yang seumur hidup?"

Iga:
"Wkwkwkwk dalamnyaaaa..."
😄😄😄
------------
Kedatangan tamu spesial.
Yang satu, fansnya ***a**, yang satu fansnya **a***. 😄
Yang ngerasa punya fans, mohon disiapkan odong-odong untuk jemput mereka di rumah saya. 😁

📷 by @rizki.ampera

foto
_____________

Izzatush Shobihah
7 Juli ·

Tenang dan lamban adalah dua hal yang sangat berbeda.
Ada pria di luar sana yang memandang lebih pada wanita yang tenang, bukan yang lamban.
#iZzatQuote

Sarapan dulu, buat otot dan otak.
Menghadapi kenyataan hidup juga butuh tenaga. 😄
Makasih kuenya, Iga Bestary.

foto
____________

Izzatush Shobihah
6 Juli ·

Edan adalah cerdas yang tak terselamatkan.
#iZzatQuote
Foto Rijal Mumazziq Z.
Rijal Mumazziq Z
6 Juli ·

Cara Cerdas Melawan Permusuhan

Ada beragam cara membalas permusuhan, pelecehan, dan bullying. Cara pertama dilakukan dengan sepadan: balas dengan telak. Cara ini berpotensi melahirkan dendam kesumat yang diwariskan turun temurun. Secara psikologis cara pertama ini juga kurang bagus karena bakal memunculkan paranoid, pobhia hingga trauma.

Cara kedua, balas dengan cinta kasih. Ini cara elegan nan cakep yang dilakukan oleh mereka yang punya mental baja dan ketahanan berproses. Di Liberia dan Sudan Selatan, ibu-ibu yang capek dengan konflik beraroma sektarian melakukan perlawanan dengan cara mogok seks. Mereka nggak bakal mau disetubuhi, kecuali papa-papa itu mau menimbun dulu bedilnya di luar kampung terlebih dulu. Jelas, bapak-bapak memilih kelonan dengan istrinya daripada mencumbu senapan. Aksi ini turut andil menghentikan perang saudara di negara kawasan Afrika tersebut.

Aksi lebih elegan juga dilakukan Nelson Mandela. Saat dilantik sebagai presiden, ia mengundang bekas sipir penjara yang dulu sering melecehkannya di bangku undangan paling depan. Stok kisah semacam ini banyak, kok. Sekali lagi hanya mereka yang punya ketangguhan mental yang oke yang bisa melakukannya.

Cara ketiga: balas dengan kocak. Apabila balasan dengan senyuman belum cukup, keluarkan pertahanan humor. Ini cara yang sungguh-sungguh membangkitkan tawa sekaligus juga membuat jengkel pihak lawan. Soal ini Hadji Agoes Salim, negarawan sepuh pendiri republik ini banyak melakukannya saat berkonfrontasi dengan kelompok komunis maupun dengan politisi negara asing. Spontanitas dan kecerdasannya bermain olah kata membuat pengejek mati kutu dan wajah memerah padam. Google menyimpan banyak kisah tentang kecerdasan the old greatman ini. Cari saja sendiri.

Di lapangan hijau, Dani Alves melakukannya dengan elegan. Di saat ia bersiap-siap mengambil tendangan sudut, di belakangnya riuh suara pendukung Villareal menirukan suara monyet. Apakah bek Barcelona itu marah karena tindakan rasis suporter lawan yang juga melemparinya dengan pisang? Jelas, ia tersinggung. Tapi ia melakukan tindakan keren: ia ambil pisang yang nyaris mengenai dirinya, mengupasnya lalu menyantapnya. Kemudian ia melaksanakan tugas sebagai penendang sudut. Ini cara melawan rasisme lapangan hijau ala Alves di penghujung April 2014 silam, yang membuat petinggi FIFA angkat topi buat dirinya.

Sebelum Alves melakukan aksi cerdas ini, Samuel Eto'o sudah mengawalinya. Saat berkostum Barcelona dan bertandang di markas lawan, Eto'o adalah target utama rasisme. Ketika ia menggiring bola, teriakan ala monyet bersahutan di stadion. Apakah ia langsung ngambek lalu keluar lapangan seperti yang dilakukan Kevin Prince Boateng di AC Milan? Tidak. Eto'o malah menceploskan gol dan merayakannya dengan menirukan gerakan monyet di hadapan pengejeknya! Ahaaa, aksi tarian monyet ala Eto'o membungkam para suporter rasis.

Bagi saya, hanya mereka yang punya mental tangguh dan citarasa humor berkelas yang punya gaya unik membalas cemoohan. Tahu, bagaimana anak-anak Jokowi bermain olah kata saat dibully di medsos? Kasihan juga nih orang, mereka dibully hanya karena mereka anak Jokowi. Tapi salut juga dengan caranya merespon para pembencinya. Saya ngakak membaca tindakan Gibran dan Kaesang dalam menghadapi kebencian yang dipadupadankan dengan cemoohan itu bukan hanya dengan santai tapi dengan cerdas dan jenaka.

Papa Doyan Lontong adalah istilah dari Gibran untuk "membalas" tindakan dosen pengecut yang membuat tagar Papa Doyan Lonte. Ada juga istilah "kecebong", "Oey Hong Liong" dan "Herbertus". Foto terbaru dia malah pake topi bertuliskan “Kolektor Kecebong”. Pembela Jokowi dan Prabowo pasti sudah paham dengan istilah ini. Tapi oleh anak anak Jokowi, ketiga istilah ini malah digunakan secara kocak. Hahahahaha...Bagi pendukung Jokowi dan Prabowo yang hobi gegeran, silahkan gelut di luar, jangan di lapak saya yang golput ini. Ndang pisuh-pisuhan kono!

Ada beragam cara menyikapi segenap kebencian dan serangan verbal. Bisa dengan serius bertele-tele, diiringi seringai dan emosi yang memuncak, atau dengan kelembutan kasih sayang. Bisa juga dengan cara santai, tak terduga, kocak, dan membuat lawan merasa gemas. Cara terakhir ini yang bagi saya unik. Kini, Kaesang yang lucu itu katanya dilaporkan kepada polisi soal penodaan agama gara-gara bilang “ndeso” saat melihat anak-anak kecil yang dikomando untuk bilang “Bunuh Ahok…Bunuh Ahok”. Hahahaha.

Embuh sing dinodai iki oponeeee? Sekalian dibikin film saja. Bintangnya siapa lagi kalau nggak Reza Rahadian dan Chuck Norris, sama adik saya Chelsea Islan atau sepupu saya si Natasha Wilona itu. Judulnya, “Kaesang yang Ternodai Laporan Polisi”.
--////--
Keterangan foto: Chuck Norris saat bertamu ke kediaman Natasha Wilona.

foto
____________

Izzatush Shobihah
6 Juli ·

"I am your enemy, the first one you've ever had who was smarter than you.
There is no teacher but the enemy.
No one but the enemy will tell you what the enemy is going to do.
No one but the enemy will ever teach you how to destroy and conquer.

Only the enemy shows you where you are weak.
Only the enemy tells you where he is strong.

And the rules of the game are what you can do to him and what you can stop him from doing to you.
I am your enemy from now on.
From now I am your teacher.

Remember, boy.
From now on the enemy is more clever than you.
From now on the enemy is stronger than you.
From now on you are always about to lose.

You will be about to lose, Ender, but you will win.
You will learn to defeat the enemy.
He will teach you how."

-Mazer Rackham to Ender Wiggin, Ender's Game-
____________

Izzatush Shobihah bersama Fadlil Maulana.
5 Juli · Instagram ·

"Pastikan yang berlebaran bukan lensa, tetapi mata kita."
(Faizal Ramadhan, 28 Juni 2017, 14:15 WIB)

📷 by @ivan.dimas87
Thank you so much, Dim, for capturing this lebaran moment, before the soldier gets back to work... 😄

Foto lawas, pas si Fadlil belum balik ke Sumatera.
Lain kali kalau pulang ke Jombang, main ke rumahku lah, ajak calon istri juga, hehehe... :D


foto
___________

Izzatush Shobihah
4 Juli ·

Sejahat apapun kapal, bila samudera jauh lebih luas, kapal tak akan mampu menyakitinya.
Jadilah layaknya samudera, yang selalu menerima tanpa banyak meminta.
#iZzatQuote

Uploaded on Instagram story by Maulita Isnaini (@maulita_i), July 4, 2017.

Hihihi, yang bikin aja udah lupa pernah nyeplos quote di gambar ini, kalau gak salah dulu ini pembahasan di DM Instagram sama si Lita, tentang kesetiaan di kapal pada pelabuhan.
Tapi daya ingat yang diamanahi kayaknya lebih kuat, malah ngepost pula, wkwk... :D

foto
_____________

Izzatush Shobihah
1 Juli ·

"Temanku bolak-balik bongkar pasang kerudung. Aku geregetan jadinya. Udah gede, masa gak ngerti mana aurat mana bukan?"

Semua butuh proses. Keputusan pakai kerudung atau gak, itu hak dia.
Dampingi, jangan dimata-matai, apalagi maksa!
Kalau kita gak mau ngingetin dia, gak mau bimbing dia sampai dia istiqamah, setidaknya jangan membicarakan dia di belakang.

Percayalah, membicarakan keburukan orang lain sebab mereka enggan menutup aibnya takkan membuat kita berbeda dan menjadi lebih baik.
#iZzatQuote
___________



Status Facebook 1-30 Juni 2017

Izzatush Shobihah berada di Plosogenuk.30 Juni · Instagram ·

Wanita terbaik laksana air yang mampu melubangi batu: Menaklukkan tanpa harus merendahkan.
#iZzatQuote

📷 by @ekayulia97

foto
_____________

Izzatush Shobihah membagikan sebuah kenangan.27 Juni ·

Hmmmm....
5 tahun yang lalu
Lihat Kenangan Anda
chevron-right
Izzatush Shobihah menambahkan kiriman dari tanggal 27 Juni 2012 ke kronologinya — bersama Izzah Ling dan Kurniawan Izwan Hendarta.
27 Juni 2012 ·
·

"... bravo mbak Izzatush Shobihah,,, uang berapa miliarpun tidak bisa mengalahkan indahnya bermesraan bersama rosulullah,,,,,"

*copas komentar Gus Nanang di statusku mengenai nama nenek Rasulullah*

Gak make galau, gak make kompromi, gak make bea cukai, 101% saya setuju banget, Gus!
____________

Izzatush Shobihah26 Juni · Instagram ·

Hingga suatu hari rindu dan cemburu bertemu dalam satu nadi.
Boleh berpaling, namun tetap hadapi.
Kendalikan; jika mustahil, nikmati.
Sebab cinta itu anugerah, hadir untuk sempurnakan ibadah, tak semestinya berubah jadi musibah.
#iZzatQuote

Terima kasih telah menjadi pribadi yang hangat, terbuka, dan mengagumkan.

foto
_____________

Izzatush Shobihah24 Juni · Instagram ·

Hari raya itu gak harus baru. Yang penting setia. 😌
#iZzatQuote

Abaikan busana yang gak pake baju baru. Apalah artinya baju baru tanpa pendamping menuju hidup baru... 😌

Selamat Idul Fitri.
Mohon maaf lahir batin ya teman-teman. 🙏
Kalau ada salah yang belum bisa dimaafkan, boleh DM.

foto
___________

Izzatush Shobihah bersama Izzah Ling.24 Juni ·

Posted 2 days ago, tanggal 22 Juni 2017 pukul 06.26, tapi ngalaminya udah sejak lama, kalau gak salah pas masih S1 dulu.

Sabar. Minggu-minggu akhir Ramadhan. Saatnya fokus berdoa semoga Idul Fitrinya lewat Jombang.

foto
___________

Izzatush Shobihah berada di SMAN 3 Jombang.18 Juni · Instagram ·

When you have extremely beautiful female bodyguards, that you can't blend in with them unless you smile just the way they do. 😊😘

Atas: Bukber Pasmaga 2016
Bawah: Bukber Akbar Pasmaga All Generations 2017

📷 by @makhinudinnuh (atas) dan adek-adek panitia, lupa siapa tapi (bawah).
____________

Izzatush Shobihah12 Juni ·

Let me edit them. 😁

Pada dosis tertentu, kita butuh tekanan, biar tahu apa itu perjuangan. 😎
#iZzatQuote

Belajar hidup sederhana. Yang apa adanya saja.
#iZzatQuote

Kalau kita tidak bisa menertawakan diri sendiri, mana bisa orang lain tertawa karena kita?
#iZzatQuote

Uploaded by Tsania Nurul Hanani on WhatsApp story, June 12, 2017.

foto
____________

Izzatush Shobihah11 Juni · Instagram ·

Saat berdiri di atas roda tanpa rantai, kadang kita perlu berjalan mundur untuk bisa melangkah ke depan.
#iZzatQuote

Boleh kok gagal fokus sama begronnya. 😁

📷 by Tri Ayunda

foto
___________

Izzatush Shobihah1 Juni ·

Dapet jodoh bule original, pribumi, atau blasteran, cari yang terbaik sayang...

Sebab label tak menentukan kualitas.
Kualitaslah yang mengangkat labelnya. 😊
#iZzatQuote

Uploaded by Imanda Wahya Meilita​​ on Snapgram (@imandameilita), May 30, 2017.

NB: Itu DM nya pakai akun yang @imandawahya.meilita, tapi snapnya pakai akun satunya, wkwkwk.

foto
____________

Izzatush Shobihah

1 Juni · Instagram ·

Para tetampan @ikapasmagajo . Kerudung biru itu hanya pencitraan. Sejatinya, ia adalah pejantan yang terbungkus label perempuan secara elegan. 😄

📷: by @dinniaar
Makasih banyak, Niar.

foto
___________